logo blog
Blog Elektronika Spot
Pastikan untuk tidak melewatkan artikel yang mungkin anda ingin simak dengan melihat :Daftar Isi
Terima kasih atas kunjungan Anda, semoga bermanfaat.

Jenis-Jenis Dioda

Advertisement

Dioda mempunyai prinsip kerja dasar menghantarkan tegangan hanya ke satu arah ketika diberi tegangan maju (forward voltage) dan semua dioda mempunyai sifat ini.  Akan tetapi dalam perkembangannya beberapa variasi diadakan sehingga memperkaya fungsi dari dioda.
Dioda menjadi banyak jenis dengan fungsi yang bermacam-macam.  Di antara jenis-jenis dioda itu adalah :

dioda

Dioda Power Rectifier.
Dioda ini dibuat khusus untuk penyearahan AC menjadi DC dalam penyediaan sumber tenaga (power-supply).  Dioda ini adalah dioda yang paling umum dan paling banyak terdapat di pasaran (toko-toko elektronik).  Umumnya dioda ini mempunyai kemampuan dilalui arus yang besar-besar, mulai dari satu Ampere hingga puluhan Ampere.
Tentang dioda ini beserta fungsi dan cara kerjanya telah dibahas dalam : Mengenal Dioda Penyearah.
Di sini hanya akan ditambahkan sedikit poin saja.
Termasuk ke dalam jenis dioda ini adalah dioda CT +, dioda CT- dan dioda bridge.
Dioda CT + (Center Tap positif) adalah gabungan dua dioda dalam satu packing di mana katoda dari keduanya digabungkan dan menjadi elektroda sambungan untuk keluaran tegangan searah + (positif). Elektroda ini berada di tengah-tengah di antara tiga elektroda, karena itu disebut CT +.
Dioda CT – (Center Tap negatif) adalah gabungan dua dioda dalam satu packing di mana anoda dari keduanya digabungkan dan menjadi elektroda sambungan untuk keluaran tegangan searah – (negatif).
Dan dioda bridge adalah empat dioda yang disusun dalam susunan “jembatan” sedemikian rupa dalam satu packing, di mana terdapat empat elektroda sambungan : Dua untuk sambungan input AC, satu untuk keluaran tegangan searah + (positif) dan satu lagi untuk keluaran tegangan searah – (negatif).
Contoh dioda bridge : W005, SKB2, 04L5A dan lain-lain.

Dioda Zener.
Tidak semua dioda difungsikan dengan diberi tegangan maju, yaitu tegangan dengan polaritas yang membuat dioda menjadi menghantar ke satu arah.  Contohnya adalah anoda yang diberi tegangan positif, maka dioda akan menghantarkan tegangan positif tersebut dan akan muncul di katoda.  Atau katoda yang diberi tegangan negatif.
Dioda zener justeru difungsikan dengan cara diberi tegangan terbalik.  Katodanya diberi tegangan positif. Efek dari pemberian tegangan terbalik ini adalah stabilnya tegangan di antara katoda dan anodanya. Besarnya tegangan stabil yang dihasilkan oleh diode zener bermacam-macam, tergantung karakteristik dari tipe diode zener tersebut.
Dioda zener banyak digunakan pada rangkaian-rangkaian stabilisasi tegangan DC.
Contoh diode zener : 1N748A (3,9V), 1N823 (6,2V), 1N963 (12V) dan lain-lain.

Dioda Veractor.
Dioda veractor atau dioda varicap adalah juga dioda yang difungsikan dengan diberi tegangan terbalik sebagaimana dioda zener.  Akan tetapi efek yang terjadi ketika dioda veractor diberi tegangan terbalik adalah terbentuknya sebuah kapasitas kecil di antara katoda dan anodanya seolah ia adalah sebuah kondensator.  Besar kapasitas itu tergantung kepada tinggi tegangan terbalik yang diberikan kepadanya. Semakin tinggi tegangan yang diberikan akan semakin besar kapasitas yang terbentuk.
Dioda veractor banyak digunakan sebagai pengganti varco (variable-condensator) pada rangkaian-rangkaian tuning radio dan TV digital.
Contoh dioda veractor :
MV2109, BB122, ZC805, ITT210 dan lain-lain.

Dioda Photo.
Adalah dioda yang menghantarkan tegangan ke satu arah apabila pada badan (body) nya terkena cahaya.
Dioda photo dilengkapi sensor cahaya.   Seberapa kuat hantaran dioda ditentukan oleh intensitas cahaya yang jatuh kepadanya.
Dioda ini banyak digunakan pada rangkaian-rangkaian yang berhubungan dengan cahaya, seperti pengatur cahaya otomatis, saklar peka cahaya dan lain-lain.
Contoh dioda photo : BPX41, C30802, OAP12, dan lain-lain.

Dioda poin kontak.
Dioda ini umumnya dibuat dari bahan germanium.  Dioda poin kontak (point-contact diode) biasa digunakan sebagai penyearah sinyal-sinyal kecil untuk frekwensi audio ataupun frekwensi radio.
Disebut poin kontak karena badan dioda ini terbuat dari kaca yang tembus pandang sehingga titik sambungan di dalamnya bisa terlihat.
Dioda poin kontak banyak digunakan pada bagian detektor di dalam rangkaian penerima AM.
Di dalam rangkaian-rangkaian penerima FM dioda ini juga digunakan pada bagian diskriminator fasa (detektor FM).
Di dalam rangkaian-rangkaian audio, dioda ini sering digunakan pada rangkaian kompresor dinamika.
Contoh dioda poin kontak : 1N60, AA119, AAY11, OA91 dan lain-lain.

Dioda Tunnel.
Disebut juga dioda terobosan atau dioda terowongan.  Dioda ini hanya menghantar tegangan satu arah pada tinggi tegangan tertentu.  Dioda tunnel mempunyai karakteristik menghantarkan tegangan pada tinggi tegangan yang bermacam-macam, tergantung tipenya.
Ia digunakan pada rangkaian-rangkaian proteksi tegangan lebih, switch peka tegangan dan lain-lain.
Dioda ini adalah dioda yang paling langka dan paling sulit didapatkan di pasaran umum.

Dioda Schottky.
Sebenarnya dioda schottky adalah dioda penyearah sebagaimana diode power rectifier.  Namun ia mempunyai kelebihan karena mempunyai tegangan jatuh maju (VFD) yang sangat kecil.
Umumnya dioda power rectifier silikon mempunyai VFD antara 0,65 sampai 1,2V.  Dioda schottky mempunyai VFD yang sangat kecil bahkan nyaris nol.  Karena itu ia sangat ideal diterapkan pada rangkaian-rangkaian dengan suplai tegangan rendah (3 sampai 5V) karena tegangan “hilang” yang menjadi VFD dioda sangat diminimalisir.  Pada rangkaian dengan suplai tegangan rendah (misalnya 3V) kehilangan tegangan sebesar 1V saja sudah sangat berarti dan bisa sangat mempengaruhi kinerja rangkaian.
Contoh dioda schottky : 18TQ045, 1N5818, 20L15T dan lain-lain.

LED.
LED adalah singkatan dari Light Emitting Diode.
Ketika LED diberi tegangan maju, arus yang mengalir padanya menyebabkan terjadinya emisi cahaya.
LED masih termasuk keluarga dioda, karena itu ia juga bisa digunakan sebagai penyearah dari AC ke DC (dalam taraf rendah).  Tetapi LED lebih difungsikan sebagai penghasil cahaya daripada sebagai dioda penyearah.
Cahaya yang dihasilkan LED bisa bermacam-macam warna, tergantung bahan pembuatannya dan intensitas cahaya yang dihasilkan LED tergantung seberapa besar tegangan yang diberikan kepadanya.
Setiap LED mempunyai tegangan jatuh maju yang bervariasi dan tidak boleh dilampaui.  LED untuk indikator (warna merah, kuning, hijau) mempunyai tegangan jatuh maju antara 1,2 sampai 1,7V.
LED yang mengeluarkan cahaya infra merah (LED untuk remote-control) mempunyai tegangan jatuh maju sekitar 3V.
Sedangkan LED untuk penerangan (lampu) mempunyai tegangan jatuh maju antara 3 sampai 4V.
LED lampu tertentu bahkan mempunyai tegangan jatuh maju hingga 12V atau lebih.
Contoh LED : CQY26 (LED merah), CQY28 (LED hijau), CQY29 (LED kuning), CQY50, GAL10 (LED infra merah).

SCR.
SCR adalah singkatan dari Silicon Controlled Rectifier.
SCR atau sering disebut juga dengan thyristor adalah penyearah (penghantar arus searah) dari bahan silikon yang mempunyai pintu kontrol yang disebut dengan “gate” (G). SCR sebenarnya lebih khusus, bukan dioda. Tetapi ia mirip dengan dua dioda dalam susunan seri (lapisan semikonduktor PNPN) yang diberi perlengkapan gate.
Meskipun (misalnya) anodanya diberi tegangan maju, tegangan itu tidak akan dihantarkan oleh SCR sehingga muncul di katodanya, kecuali jika pada gate-nya diberikan tegangan (disebut tegangan trigger).
Ulasan singkat tentang SCR dapat disimak dalam : Mengenal Thyristor .

SCR sering digunakan pada rangkaian-rangkaian konversi daya (inverter daya tinggi), pengisi baterai otomatis, bagian akhir output vertikal pada rangkaian TV lama, CDI kendaraan bermotor, dan lain-lain.
Contoh SCR : BT109, FOR3G, TIC106, 2N1595 dan lain-lain.

Happy learning!


Tulisan lain sehubungan dengan dioda : Pengetesan dioda dengan AVO-meter .

Enter your email address to get update from Admin .
Print PDF
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

Silakan komentar dengan IDENTITAS YANG JELAS dan tidak menyertakan live-link atau spam.

Copyright © 2013. Elektronika Spot - All Rights Reserved | Template Created by Kompi Ajaib Proudly powered by Blogger