logo blog
Blog Elektronika Spot
Pastikan untuk tidak melewatkan artikel yang mungkin anda ingin simak dengan melihat :Daftar Isi
Terima kasih atas kunjungan Anda, semoga bermanfaat.

Mengenal Dioda Penyearah

Advertisement

rectifier diodes
Salah satu komponen aktif elektronik yang hampir selalu ada di setiap rangkaian elektronik adalah dioda.
Dioda adalah komponen/part elektronik yang hanya menghantarkan listrik pada satu arah, karena itu ada sebutan “dioda penyearah”.
Dioda sering juga disebut dengan “junction-diode” (dioda pertemuan) karena dibuat dengan mempertemukan dua lapisan bahan semikonduktor (germanium atau silikon) dengan tipe yang berbeda. Satu lapisan dari tipe P (positif) dan satunya lagi dari tipe N (negatif).
Lapisan semikonduktor tipe P tersambung dengan satu elektroda (kaki atau pin) dan disebut Katoda. Lapisan semikonduktor tipe N tersambung dengan elektroda lainnya dan disebut Anoda.
Hasil dari penggabungan dua lapisan itu adalah sifat dioda yang menghantarkan listrik hanya ke satu arah.
Perhatikanlah gambar di atas.
Apabila anoda diberi tegangan DC positif maka tegangan ini dihantarkan oleh dioda dan akan muncul pada katoda (gambar A).
Apabila anoda diberi tegangan AC (terdiri dari tegangan positif dan negatif yang berganti-ganti) maka dioda hanya akan menghantarkan bagian tegangan positifnya saja dan akan muncul di katoda, sedangkan bagian negatifnya tidak dihantarkan (gambar B).
Apabila katoda diberi tegangan DC negatif maka tegangan ini dihantarkan oleh dioda dan akan muncul pada anoda (gambar C). Dan apabila katoda diberi tegangan AC maka dioda hanya akan menghantarkan bagian tegangan negatifnya saja sehingga muncul di anoda, sedangkan bagian positifnya tidak dihantarkan (gambar D).
Begitulah dioda menghantarkan listrik hanya ke satu arah dan menyearahkan tegangan bolak-balik (AC) menjadi tegangan searah (DC), yaitu positifnya saja atau negatifnya saja.

Karakteristik dioda
Setiap tipe dioda dibuat untuk keperluan-keperluan tertentu dalam penggunaannya pada rangkaian elektronik, karena itu setiap dioda mempunyai karakteristik tersendiri yang meliputi kemampuan dilalui arus, kemampuan menangani tegangan, bentuk fisik dan lain-lain. Karakteristik ini bisa dilihat dalam lembaran data (datasheet) dioda.
Beberapa besaran yang penting untuk diketahui dan difahami adalah :
  • IF (arus maju)
  • VFD (tegangan maju) dan
  • PIV.
IF (Current Forward) adalah arus maju maksimal (dalam Ampere), maksudnya batasan arus yang mengalir pada dioda ketika dioda dalam fungsi menghantar. Batasan arus ini tidak boleh dilampaui karena akan membuat dioda menjadi rusak.
Contoh penggunaan yang melampaui batas : Dioda 1N4001 digunakan sebagai penyearah dari transformator 3A untuk keperluan menghidupkan sebuah blender DC yang menarik arus sebesar 2,5A.
Dioda 1N4001 hanya mempunyai IF sebesar 1A. Dengan penggunaan seperti itu dioda akan rusak seketika.
Besaran arus IF sering dijadikan orang sebagai penyebutan untuk tipe dioda tertentu. Misalnya dioda 1N4002 sering disebut orang dengan dioda 1A dan dioda 1N5402 disebut orang dengan dioda 3A. Ini karena 1N4002 mempunyai IF 1A dan 1N5402 mempunyai IF 3A.

VFD (Voltage Forward Drop) adalah tegangan jatuh maju yang ada pada dioda. Ketika dioda dalam keadaan menghantar, pada dioda akan muncul tegangan, itulah VFD. Tegangan yang muncul pada dioda ini (VFD) mengurangi tegangan yang dihantarkan oleh dioda.
Contoh : Sebuah dioda tipe 1N4001 diberi tegangan DC maju (tegangan dengan polaritas yang akan membuat dioda menjadi menghantar) sebesar 12V maka dioda pun lalu menghantar. Pada katoda diukur tegangan yang telah dihantarkan oleh dioda tersebut, dan ternyata besarnya bukan lagi 12V, tetapi hanya 10,9V.
Ini disebabkan karena tegangan input 12V itu telah terpakai sebagian sebagai VFD dioda sehingga yang terhantar hanya 10,9V. Di dalam keterangan datanya dioda 1N4001 mempunyai FVD sebesar 1,1V. jadi, 12 – 1,1 = 10,9V.
Besar VFD pada setiap dioda tidak selalu sama.  Dioda silikon dengan IF 1A atau lebih umumnya mempunyai VFD 1V atau lebih, sedangkan dioda silikon untuk sinyal kecil biasanya mempunyai VFD rata-rata 0,6V.
Pada dioda germanium VFD rata-rata lebih kecil lagi, yaitu 0,2V.

PIV (Peak Inverse Voltage) adalah puncak tegangan terbalik maksimal, maksudnya batasan tertinggi tegangan terbalik ketika dioda difungsikan sebagai penyearah dari AC ke DC.
Misalnya ketika dioda menyearahkan tegangan AC, belahan tegangan positif dihantarkan oleh dioda. Pada belahan tegangan selanjutnya (yaitu belahan tegangan negatif) dioda menahan belahan tegangan ini sehingga tegangan ini merupakan tegangan terbalik yang ditahan (tidak dihantarkan) oleh dioda.
Dalam penyearahan setengah gelombang besarnya tegangan terbalik adalah sebesar tegangan maksimal hasil penyearahan (Vmax) yaitu VAC x 1,41 maka dioda yang digunakan harus mempunyai PIV yang angkanya berada di atas itu. Sedangkan pada penyearahan gelombang penuh tegangan terbalik ada sebesar 2Vmax, maka dioda yang digunakan haruslah dioda yang mempunyai PIV lebih besar dari 2Vmax itu.

Contoh 1 : Sebuah dioda dipakai sebagai penyearah setengah gelombang pada tegangan AC 12V.
Dioda dengan PIV berapakah yang bisa dipakai?
Vmax = 12 x 1,41 = 16,92V.
Dioda yang bisa dipakai adalah yang mempunyai PIV di atas 16,92V, misalnya adalah 1N4001.
Dioda ini mempunyai PIV 50V.

Contoh 2 : Empat dioda dipakai sebagai penyearah gelombang penuh dari tegangan AC listrik langsung 220V.
Dioda-dioda dengan PIV berapakah yang bisa digunakan?
2Vmax = 2 x (220 x 1,41) = 620,4V.
Dioda-dioda yang bisa digunakan adalah yang mempunyai PIV di atas angka 620,4V, misalnya 1N4007. Dioda ini mempunyai PIV 1000V.

Berikut ini adalah sebagian data dioda umum yang banyak terdapat di dalam rangkaian-rangkaian elektronik.

diode dates

Nama-nama tipe dioda
Ada tiga penamaan mayoritas dioda, yaitu Jepang, Amerika dan Eropa.
Penamaan pada dioda Jepang dimulai dengan inisial angka 1 kemudian diikuti huruf S lalu beberapa angka. Contoh : 1S5555.
Angka 1 berarti dioda, huruf S berarti semiconductor, dan angka-angka berikutnya adalah nomor seri dioda.
Penamaan dioda Amerika dimulai dengan angka 1 kemudian diikuti huruf N dan lalu beberapa angka. Contoh : 1N4001.
Angka 1 berarti dioda, huruf N berarti “No-heating” yaitu bukan bagian tabung vakum yang selalu memerlukan pemanas, dan angka-angka setelahnya adalah nomor seri dioda.
Penamaan dioda Eropa dimulai dengan dua huruf lalu diikuti beberapa angka.
Huruf pertama menggambarkan kode bahan pembuatannya : A berarti germanium dan B berarti silikon.
Huruf kedua menggambarkan fungsi dioda : A berarti dioda sinyal kecil tegangan rendah, B berarti dioda veractor, Y berarti dioda untuk tegangan tinggi.
Contoh : AA119, BB121, BY157 dan lain-lain.

Selanjutnya : Jenis-jenis dioda .
Tulisan lainnya sehubungan dengan dioda : Pengetesan Dioda Dengan AVO-meter .

Happy learning!
Enter your email address to get update from Admin .
Print PDF
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

4 komentar

ini info yang saya cari. Terima kasih, banyak....

Balas

trimakasih om..infonya

Balas

di contoh 2,, 4dioda koq 2vmax? gx 4vmax?
sedangkan contoh 1, sebuah dioda vmax/1vmax.

Balas

Duh, si Ilham ini...Baca dulu dong artikelnya dengan teliti. Emang begitu. Contoh 1 itu untuk penyearahan setengah gelombang yg lazimnya menggunakan dioda tunggal, sedangkan contoh 2 untuk penyearahan gelombang penuh yg biasa menggunakan empat dioda dalam susunan bridge.

Balas

Silakan komentar dengan IDENTITAS YANG JELAS dan tidak menyertakan live-link atau spam.

Copyright © 2013. Elektronika Spot - All Rights Reserved | Template Created by Kompi Ajaib Proudly powered by Blogger