logo blog
Blog Elektronika Spot
Pastikan untuk tidak melewatkan artikel yang mungkin anda ingin simak dengan melihat :Daftar Isi
Terima kasih atas kunjungan Anda, semoga bermanfaat.

Jenis-Jenis Transformator

Advertisement

transformator symbol 2
Transformator mentransfer daya AC dari gulungan primer kepada gulungan sekunder.  Besaran tegangan (Volt) dan besaran arus (Ampere) yang ditransfer oleh transformator pada umumnya adalah untuk menyesuaikan besaran tegangan dan arus itu dari suatu sumber agar bisa sesuai dengan yang diperlukan pada tahap selanjutnya.
Transformator diterapkan di banyak rangkaian elektronik di mana di dalamnya terlibat tegangan-tegangan AC ataupun denyut-denyut sempit DC dari frekwensi rendah hingga frekwensi-frekwensi yang tinggi.  Dari berbagai fungsi transformator di dalam rangkaian elektronik itu, terdapat banyak jenis transformator, di antaranya adalah :

kind of transformator

Transformator daya.
Disebut transformator daya (power-transformator) karena digunakan untuk suplai tenaga/daya listrik bagi suatu perangkat atau rangkaian elektronik. Sebutan transformator daya lebih lazim ditujukan kepada transformator dengan inti besi yang beroperasi pada frekwensi AC listrik tenaga 50/60Hz.
Tentang transformator daya beserta bagian-bagiannya telah dibahas khusus dalam tulisan : Mengenal Transformator Daya.

Switching-transformator
Adalah transformator dengan inti ferit yang digunakan pada rangkaian-rangkaian “switching mode power-supply”, yaitu power-supply yang dibentuk oleh sebuah rangkaian yang berosilasi pada frekwensi tinggi dalam taraf yang kuat. Gelombang osilasi itu lalu diberikan kepada bagian primer switching-transformator dan ditransfer kepada bagian sekundernya yang terdapat banyak gulungan untuk bermacam-macam level tegangan.
Switching transformator digunakan di berbagai perangkat elektronik modern yang menerapkan switching mode power-supply seperti PC (Personal Computer), TV, DVD player, scanner dan printer, HP charger dan lain-lain.

Fly-back transformator
Adalah transformator berinti ferit yang berfungsi memberikan tegangan EHT (Extra High Tension) kepada tabung layar gambar pada televisi atau monitor sistem CRT (Cathode Ray Tube). Transformator ini juga bertugas “melayangkan kembali” sebagian sinyal yang mengandung informasi gambar kepada rangkaian sinkronisasi vertikal dan horizontal agar dihasilkan gambar pada tabung layar yang utuh, itulah sebabnya ia disebut “fly-back” transformator.
Transformator ini bekerja mentransfer denyut-denyut kompleks sinyal gambar yang bentuk dasarnya berasal dari sebuah osilator yang menghasilkan frekwensi sekitar 14kHz (pada televisi) atau lebih tinggi lagi dari itu (pada monitor).  Jadi, fly-back transformator dirancang khusus untuk mentransfer dengan baik tegangan-tegangan denyut (bukan tegangan ac sinus) dan inti feritnya telah diperhitungkan untuk frekwensi 14kHz atau lebih.

Input/output transformator
Yaitu transformator yang dikenal di dalam rangkaian-rangkaian penguat audio sistem OT (Output-Transformer).
Input/output transformator dibuat untuk mentransfer daya sinyal audio (suara). Intinya dibuat dari bahan besi campuran khusus agar maksimal ketika mentransfer sinyal audio yang kompleks dan mempunyai banyak frekwensi itu. Tetapi dalam prakteknya tetap saja tidak bisa dihasilkan transfer daya yang bagus di semua frekwensi audio, dikarenakan keterbatasan bahan pembuat inti.  Karena itu penguat audio system OT yang menerapkan trafo ini dikenal sebagai penguat audio yang non hi-fi.
Di dalam rangkaian penguat audio sistem OT, input transformator berfungsi menyesuaikan impedansi bagian buffer (penyangga) dengan bagian penguat akhir, sedangkan output transformator menyesuaikan impedansi bagian penguat akhir dengan impedansi speaker.
Contoh input transformator : IT191, IT240.
Contoh output transformator : OT191, OT240, OT426.

Trigger coil
Adalah transformator kecil yang bekerja menaikkan tegangan denyut sesaat hingga ke level yang sangat tinggi (700V atau lebih).
Transformator ini digunakan pada rangkaian-rangkaian pen-trigger lampu blitz pada kamera atau lampu strobo.

Trafo osilator
Adalah transformator kecil berinti ferit untuk frekwensi radio yang digunakan pada rangkaian-rangkaian osilator penerima radio AM.
Transformator ini bisa di-tune (disetel) dengan obeng trimmer nilai induktansi gulungan sekundernya. Penyetelan dilakukan untuk penepatan range frekwensi penerimaan radio.
Umumnya, transformator ini diberi kode warna pada bagian atasnya oleh produsenya. Misalnya transformator dengan bagian atas berwarna merah berarti untuk osilator pada range frekwensi MW (Medium Wave), warna cokelat untuk range frekwensi SW1 (Short Wave 1), warna pink untuk range frekwensi SW2 dan sebagainya.

Trafo IF
Yaitu transformator kecil berinti ferit untuk frekwensi radio yang digunakan pada rangkaian-rangkaian penguat IF (Intermediate Frequency) di dalam penerima radio AM atau FM.
Di dalam transformator ini sudah terdapat sebuah kondensator kecil secara built-in.  Kondensator bersama dengan induktansi gulungan primer akan membentuk rangkaian L-C deret yang beresonansi pada frekwensi IF, yaitu 455kHz pada penerima AM dan 10,7MHz pada penerima FM.
Trafo IF juga terdapat pada rangkaian penerima TV.
Dalam penerapannya transformator ini lebih mengkedepankan fungsi sebagai filter frekwensi daripada sebagai pentransfer sinyal.
Transformator yang lain yang mirip cara kerjanya dengan trafo IF adalah spoel antenna penerima radio AM.

Happy learning!

Enter your email address to get update from Admin .
Print PDF
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

Silakan komentar dengan IDENTITAS YANG JELAS dan tidak menyertakan live-link atau spam.

Copyright © 2013. Elektronika Spot - All Rights Reserved | Template Created by Kompi Ajaib Proudly powered by Blogger