logo blog
Blog Elektronika Spot
Pastikan untuk tidak melewatkan artikel yang mungkin anda ingin simak dengan melihat :Daftar Isi
Terima kasih atas kunjungan Anda, semoga bermanfaat.

Memperbaiki Impulse Sealer

Advertisement

impulse sealer
Impulse sealer adalah ‘sealer’ untuk plastik yang bekerja dengan pewaktuan tersetting.
Prinsip kerjanya adalah mengatur waktu kerja relay menyambungkan tegangan AC ke trafo, sedangkan pada sekunder trafo dibebankan ‘heating-element’ (nikelin pipih) untuk memanaskan plastik yang akan di ‘seal’.
Plastik dipanaskan sambil di-press sehingga dua bagian plastik jadi menyatu.
Kerusakan-kerusakan yang sering terjadi pada impulse sealer sebenarnya tidak terlalu rumit untuk diperbaiki. Namun memang perlu untuk mengenal dan mengerti dengan baik tentang segala sesuatunya, karena tidak mungkin bisa memperkirakan kerusakan yang sedang terjadi jika tidak mengenal dan mengerti cara kerja barang yang akan diperbaiki.
Berikut ini salah satu contoh diagram skematik impulse-sealer, diambil dari salah satu model merek “Double Leopard” yang sudah cukup dikenal dan banyak beredar di pasaran.
Untuk model dan merek lain tidak jauh berbeda, hanya bervariasi di beberapa komponen saja.

impulse_sealer_schematic

Ketika gagang press ditekan, switch akan ON, menyambungkan aliran listrik AC 220V ke satu kontak relay.
Sementara itu sebagian aliran listrik disearahkan oleh D1 dan diratakan oleh C1 hingga menjadi tegangan DC. Melalui rentetan seri R1, R2, R3 tegangan DC ini diturunkan untuk menyuplai rangkaian timer kecil yang dibangun oleh T1, VR1, R4, R5, C2 dan zener 5V. Tegangan suplai di jalur suplai ada setinggi kira-kira 24V.
Sebuah SCR dipasang di jalur suplai timer sedang gate-nya terhubung ke sirkit emitor T1. Coil relay terpasang seri dengan LED dan terhubung juga ke jalur suplai, karenanya relay ini langsung terenergi dan kontaknya menyambungkan aliran listrik ke trafo. Elemen pemanas pun langsung bekerja pula.
Bersamaan dengan itu C2 mulai mengisi muatan, pewaktuan pun dimulai yang lamanya ditentukan oleh besarnya kapasitas C2 dan besarnya resistansi gabungan R4-VR1. Dengan VR1 yang variabel, pewaktuan jadi bisa diubah-ubah.
Ketika C2 makin terisi dan tegangan padanya telah mencapai sekitar 6V, T1 jadi aktif dan emitornya menyulut SCR agar aktif juga sehingga mengubung-singkat jalur suplai. Dengan demikian coil relay kehilangan tegangan suplai maka ia pun jadi OFF, kontak relay lalu memutus aliran listrik ke trafo.

Bagian-bagian impulse-sealer :

bagian_impulse_sealer

Pada gambar tampak beberapa bagian sealer.
Pada merek Double Leopard atau yang lainnya body sealer terbuat dari logam, tautan depannya berupa lubang ulir halus untuk menautkan kun elemen pemanas dengan sebuah baut kecil.
Body sealer berfungsi sebagai ground.
Pada merek yang tak dikenal, body sealer terbuat dari plastik dan tautan depan untuk elemen pemanas berupa lempeng pegas.

bagian_dalam_impulse_sealer

Pada gambar A tampak bagian timer-unit yang sudah dicabut soket terminal koneksinya. Bagian ini terdapat di depan, bersama dengan potentiometer pengatur timing.
Pada gambar B tampak bagian belakang bawah, setelah tutup bawah sealer dibuka. Di sini trafo tidak terlihat karena berada di tengah badan sealer.

Kerusakan-kerusakan umum impulse sealer.
Beberapa kerusakan yang paling sering terjadi atau paling sering dikeluhkan adalah sebagai berikut :
1.Elemen pemanas (heater) tidak bekerja (plastik tidak ter ‘seal’) dan LED indikator tidak menyala ketika gagang press ditekan. Sealer mati total.
2.Elemen pemanas tidak bekerja tapi LED indikator menyala
3.Timing terlalu lama sehingga plastik meleleh, sedangkan pengatur timing tidak berfungsi
4.Sealer tidak stabil, kadang bisa berfungsi, kadang tidak.

Perbaikan kerusakan.
Kerusakan pada poin 1 (mati total) bisa disebabkan oleh beberapa hal, di antaranya :
a.Salah satu resistor di antara R1, R2, R3 ada yang rusak.
Ketiga resistor ini perlu diperiksa satu persatu.

b.SCR rusak (biasanya hubung singkat antara anoda dan katodanya).
Ketika mengganti SCR, periksalah tipe apa yang dipakai, apakah FOR3G, BT1690 ataukah yang lainnya. Setiap SCR mempunyai susunan pin elektroda yang berbeda. Lihat susunan pin (kaki-kaki) elektroda SCR dengan berkunjung ke tulisan di sini : SCR .

c.Switch rusak.
Periksalah terminal kontak switch, apakah masih menyambung ketika tombol kecilnya ditekan ataukah tidak. Jika sudah rusak, diganti dengan model dan tipe yang sama.

d.Tombol switch tidak tertekan oleh penekan switch.
Ini sering terjadi karena pemakaian yang banyak dan berulang-ulang. Jika ini terjadi, bengkokkan sedikit ujung penekan switch dengan tang ke arah switch. Perlu dicoba-coba sehingga ketika gagang press ditekan penuh, tombol switch lalu ikut tertekan juga.

e.LED rusak.
LED yang rusak akan menyebabkan relay tidak bekerja sehingga secara keseluruhan sealer jadi tidak berfungsi.

Kerusakan pada poin 2 biasanya disebabkan oleh rusaknya relay.
Biasanya, kerusakan relay terlihat dengan melelehnya badan relay akibat panas tinggi/terbakar.
Namun kadang kerusakan tidak terlihat, relay seolah masih bagus dan mulus. Cabut saja relaynya lalu di-test. Lihat caranya dalam : Pengetesan relay .

Kerusakan poin 2 juga bisa disebabkan oleh buruknya koneksi tautan depan atau tautan belakang heater. Cobalah amplas pegas tautan depan dan tautan belakang. Jika pegas terlalu kendor, perbaiki agar kencang kembali. Periksa juga baut koneksi tautan belakang, adakalanya ia kendor.
Selain itu kerusakan pada poin 2 juga bisa disebabkan oleh rusaknya trafo, tapi ini jarang terjadi.

Kerusakan pada poin 3 disebabkan rangkaian timer tidak bekerja. Mungkin sambungan ke VR1 yang putus, atau VR1 sudah rusak. Cabut potentiometer VR1 dan lakukan pengetesan, lihat caranya dalam : Pengetesan potentiometer .

Kemungkinan lainnya adalah T1 sudah rusak atau zener sudah rusak.

Kerusakan pada poin 4 bisa disebabkan oleh terminal-terminal koneksi yang buruk hantarannya (karena kotoran atau karat). Bersihkan pin-pin terminal koneksi atau semprot dengan contact-cleaner. Kemungkinan lainnya adalah kabel AC (kabel power) yang sudah kurang bagus kondisinya.
Ketidak-stabilan kerja sealer bisa juga disebabkan oleh solderan-solderan di bagian timer-unit ada yang ‘open’. Karena itu ada baiknya solderan-solderan di bagian itu diperbaharui.

Tentang elemen pemanas/heater sealer.
Kerusakan heater jarang sekali terjadi. Kalaupun terjadi, hal itu sering berupa kerusakan bentuk fisik seperti terlekuk di bagian tertentu sehingga hasil sealing menjadi kurang bagus, padahal kondisi heater harus lurus-mulus dari ujung ke ujung.
Adakalanya juga terjadi koneksi heater dengan kun-nya kurang erat, sehingga kadang-kadang tidak kontak.
Heater sealer ada dijual di pasaran bersama dengan lembar pelapis mikanya dengan ukuran standar.

Happy repairing!
Enter your email address to get update from Admin .
Print PDF
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

Silakan komentar dengan IDENTITAS YANG JELAS dan tidak menyertakan live-link atau spam.

Copyright © 2013. Elektronika Spot - All Rights Reserved | Template Created by Kompi Ajaib Proudly powered by Blogger