logo blog
Blog Elektronika Spot
Pastikan untuk tidak melewatkan artikel yang mungkin anda ingin simak dengan melihat :Daftar Isi
Terima kasih atas kunjungan Anda, semoga bermanfaat.

Pengetesan Relay

Advertisement

macam fisik relay
Masih baik atau tidaknya sebuah relay dapat ditest dengan AVO-meter. Berikut ini adalah ulasan singkatnya.

Relay memang adakalanya rusak. Kerusakannya bisa terjadi pada coil (kumparan penjangkit medan magnet) atau pada kontak relay.
Fungsi coil, kontak serta konfigurasi sambungan pada relay tidak akan dibahas lagi di sini karena sudah dipaparkan secara jelas dalam : Mengenal Relay .
Tulisan ini hanyalah bentuk lanjutan dan akan lebih fokus kepada hal-hal yang menyangkut kerusakan pada relay serta cara pengetesannya.

Rusaknya coil relay biasanya terjadi akibat adanya tegangan balik transien yang timbul di sekitar coil ketika terjadi pergantian posisi secara berulang-ulang pada relay. Jika tegangan itu terlalu besar maka akan dapat memutuskan kawat halus yang membentuk gulungan coil.
Sedangkan rusaknya kontak relay biasanya diakibatkan oleh tegangan atau arus yang terlalu besar di luar kemampuan kontak relay tersebut atau bisa juga karena faktor korosi dan penumpukan karbon atau kotoran lain di antara permukaan kontak relay.
Relay yang masih baik adalah relay yang coil dan kontaknya masih dalam keadaan prima. Jika salah satu dari keduanya ada yang sudah bermasalah maka relay tersebut akan dinyatakan rusak, tidak bisa dipergunakan lagi.
Untuk memastikan bahwa sebuah relay itu masih baik coil dan kontaknya maka perlu dilakukan pengetesan terhadap keduanya. Caranya adalah sebagai berikut :

relay test

Pengetesan coil relay.
AVO-meter diposisikan pada Ohm X10, lalu kedua tuas tester diletakkan pada dua kaki elektroda coil (boleh diletakkan terbalik-balik). Apabila jarum tester bergerak berarti coil relay masih dalam keadaan baik. Biasanya angka penunjukkan jarum tester adalah sekitar 400Ω pada relay 12V standar, atau 180Ω pada relay-relay 12V yang mempunyai kemampuan kontak lebih besar.
Apabila ketika dilakukan pengetesan jarum tester tidak bergerak, berarti coil relay sudah putus.
Relay itu sudah rusak.

Pengetesan kontak relay.
Untuk melakukan pengetesan terhadap kontak relay diperlukan peralatan tambahan, yaitu sebuah AC-adaptor atau sebuah DC-regulator yang disetel pada tegangan yang sesuai dengan tegangan untuk coil relay. Tegangan yang diberikan kepada coil relay tidak boleh melampaui ketentuannya karena akan dapat merusakkan coil.
Bagi yang belum mempunyai peralatan tambahan tersebut dapat membelinya di toko-toko elektronik atau jika ingin membuatnya sendiri silahkan lihat tulisan tentang AC-adaptor sederhana yang mudah dibuat dan telah dimuat di blog yang lain : Adaptor sederhana untuk keperluan praktek .

Atau jika ingin membuat yang lebih baik dari itu silahkan lihat : DC-Regulator Sederhana Dengan Tegangan Variabel 3V-12V, Arus 5A-10A .

Pertama, gunakan AVO-meter pada posisi Ohm X1, lalu kedua tuas tester ditaruh pada kaki elektroda a dan b (boleh terbalik-balik). Apabila kontak masih baik jarum tester akan bergerak menunjukkan angka nol Ohm atau mungkin kurang sedikit dari itu. Apabila jarum tester menunjukkan gerakan yang sangat sedikit atau bahkan tidak bergerak sama sekali maka itu berarti bagian kontak a-b sudah bermasalah.
Kedua, berikan tegangan positif dan negatif dari AC-adaptor atau DC-regulator kepada dua kaki elektroda coil pada relay (boleh terbalik-balik). Setelah itu taruh kedua tuas tester pada kaki elektroda b dan c (boleh terbalik-balik).
Apabila kontak masih baik maka jarum tester akan bergerak menunjukkan angka nol Ohm atau kurang sedikit dari itu. Namun apabila jarum tester bergerak hanya sedikit (menunjukkan Ohm yang cukup besar) atau bahkan tidak bergerak sama-sekali maka itu berarti bagian kontak b-c sudah bermasalah. Relay itu sudah tidak dapat dipergunakan lagi.

Demikianlah cara pengetesan relay, memang tidak rumit.
Pada gambar yang diberikan di atas hanya digambarkan relay dengan simbolnya saja, yaitu simbol untuk satu kontak. Ini dimaksudkan agar pengetesan relay bisa difahami untuk dilakukan terhadap segala macam relay ber-coil (dengan satu kontak atau lebih) meskipun bentuk fisiknya dan pola susunan kaki elektrodanya berbeda-beda. Karena itu jika belum jelas tentang hal ini bisa melihat kembali kepada tulisan sebelumnya : Mengenal Relay.

Happy learning!

Enter your email address to get update from Admin .
Print PDF
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

Silakan komentar dengan IDENTITAS YANG JELAS dan tidak menyertakan live-link atau spam.

Copyright © 2013. Elektronika Spot - All Rights Reserved | Template Created by Kompi Ajaib Proudly powered by Blogger