logo blog
Blog Elektronika Spot
Pastikan untuk tidak melewatkan artikel yang mungkin anda ingin simak dengan melihat :Daftar Isi
Terima kasih atas kunjungan Anda, semoga bermanfaat.

Mengenal Relay

Advertisement

relay
Relay pada dasarnya adalah sebuah saklar (switch) yang menyambungkan atau memutuskan kontak sambungan secara mekanik jika diberi tegangan listrik.
Relay terdiri dari tiga bagian, yaitu bagian kontak, bagian lilitan (coil) dan casing (rumah/penutup).

Bagian kontak relay
Adalah bagian yang berfungsi sebagai switch, bisa terdiri dari satu unit atau lebih.  Relay yang sederhana hanya mempunyai satu kontak yang menyambungkan atau memutuskan saja, sedangkan relay yang lebih kompleks mempunyai banyak kontak (dua hingga empat atau bahkan lebih) yang menyambungkan atau memutuskan secara serempak pada waktu yang bersamaan.
Pada setiap satu bagian kontak terdapat dua atau tiga elemen kontak yang merupakan hubungan-hubungan pin (kaki-kaki sambungan relay).
Satu elemen yang menjadi pusat kontak terhubung dengan sebuah lempengan besi tipis yang mudah dipengaruhi oleh medan magnet.  Apabila lempengan besi tipis itu terkena medan magnet maka ia akan tergerak ke satu arah yang menyebabkan kontak menjadi terhubung (atau terputus).
Dalam pembuatannya, bagian kontak relay selalu diperhitungkan untuk seberapa besar arus yang disambungkannya.  Karena itu selain tegangan untuk coil, kemampuan arus kontak relay juga dituliskan di badan relay sebagai data spesifikasi.
Contoh : Sebuah relay bertuliskan 12VDC/5A, ini berarti tegangan yang dibutuhkan oleh coil relay adalah 12V dan kemampuan arus kontaknya (maksimum) 5A.

Bagian lilitan (coil) relay
Adalah bagian yang mengandung lilitan kawat tembaga yang dililitkan pada satu gelondong besi kecil. Apabila pada lilitan diberi aliran listrik DC maka gelondong besi akan menjadi bersifat magnet.  Di dekat gelondong besi ini terdapat lempengan besi tipis yang terhubung dengan bagian kontak, maka lempengan besi tipis itu akan tergerak ke arah gelondong karena pengaruh medan magnet dari gelondong dan membuat kontak berubah posisi menjadi terhubung (atau terputus).
Coil relay memerlukan tegangan DC yang bervariasi, tergantung ketentuan yang telah dibuat oleh produsen relay yang bersangkutan. Semakin banyak jumlah lilitan yang membentuk coil relay akan semakin tinggi tegangan DC yang dibutuhkan untuk mengaktifkannya.
Seringkali, untuk relay-relay yang umum orang hanya menyebutkan relay dengan besar tegangan yang dibutuhkan oleh coil-nya saja. Contoh : Relay 12V, relay 24V dan sebagainya...

Casing relay
Adalah rumah pembungkus relay, bagian di mana kontak dan coil ditempatkan dengan rapi. Bentuk dan ukurannya bisa bermacam-macam.
Relay-relay berkwalitas tinggi mempunyai casing yang terbuat dari bahan khusus, yaitu bahan yang tidak akan terbakar menjadi nyala api ketika pada kontak-kontak relay terjadi percikan-percikan bunga api karena aktifitas menyambung dan memutus aliran listrik dalam level yang kuat. Casing hanya akan hangus menghitam atau berubah bentuk tanpa menimbulkan nyala api.
Relay-relay dengan casing yang seperti ini dipersyaratkan (misalnya) untuk penggunaan pada semua kendaraan bermotor berbahan-bakar bensin atau solar yang mudah terbakar.

Macam-macam pola sambungan pada pin relay
Diperlihatkan pada gambar beberapa contoh pola sambungan pin relay.
“a” adalah pin relay yang akan terhubung dengan pin “b” jika coil relay tidak diberi tegangan (relay dalam keadaan tidak aktif).
“b” adalah pin poros/pusat sambungan.
“c” adalah pin relay yang akan terhubung dengan pin “b” jika coil relay diberi tegangan (relay dalam keadaan aktif).

relay's connectors

Relay khusus
Adalah relay yang berbeda dengan relay-relay yang dibicarakan sebelumnya, termasuk di antaranya : Relay lidi (reed relay) dan relay AC.
Relay lidi adalah relay dengan tabung kaca kecil memanjang yang pada kedua ujungnya terdapat kawat sambungan yang merupakan pin dari relay. Relay ini tidak mempunyai coil. Ia diaktifkan dengan diberi medan magnet disekelilingnya. Apabila relay terkena medan magnet maka kontaknya akan menyambungkan kedua pin.
Relay lidi digunakan pada rangkaian-rangkaian detektor magnet dan terdapat juga di dalam perangkat magic-jar.

Relay AC adalah relay untuk listrik AC tegangan tinggi yang digunakan pada rangkaian-rangkaian panel listrik daya besar. Relay ini sering digunakan untuk memindah sambungan dari jalur listrik AC PLN ke generator secara otomatis ketika terjadi mati listrik.

Happy learning!


Tulisan lain tentang relay : Pengetesan relay .

Enter your email address to get update from Admin .
Print PDF
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

Silakan komentar dengan IDENTITAS YANG JELAS dan tidak menyertakan live-link atau spam.

Copyright © 2013. Elektronika Spot - All Rights Reserved | Template Created by Kompi Ajaib Proudly powered by Blogger