logo blog
Blog Elektronika Spot
Pastikan untuk tidak melewatkan artikel yang mungkin anda ingin simak dengan melihat :Daftar Isi
Terima kasih atas kunjungan Anda, semoga bermanfaat.

Transistor TUP dan TUN

Advertisement

TUN dan TUP
Transistor TUN dan TUP adalah istilah untuk transistor bipolar yang (sebenarnya) asalnya datang dari Eropa. Majalah-majalah elektronika populer yang beredar di Eropa seperti Elektor, Selektron ‘78 dan yang lainnya sering menggunakan istilah-istilah ini pada rangkaian-rangkaian elektronik yang diterbitkannya. Ketika artikel yang mengandung rangkaian-rangkaian elektronik dari majalah-majalah itu sampai ke Indonesia, maka di Indonesia pun para praktisi dan para hobbyst elektronika banyak juga yang ikut menggunakan istilah-istilah ini.
Dahulu, sempat ada seorang teman yang mengatakan kepada saya : “TUN itu Transistor Umum NPN dan TUP itu Transistor Umum PNP!”
Belakangan diketahui bahwa TUN dan TUP bukanlah itu, tetapi secara makna tidak terlalu meleset jauh dari yang sebenarnya.
Hanya kebetulan?

TUN adalah singkatan dari Transistor Universal NPN, sedangkan TUP adalah singkatan dari Transistor Universal PNP.
TUN dan TUP adalah transistor-transistor daya rendah (low power transistors) yang bisa digunakan untuk keperluan-keperluan umum seperti penguat audio tingkat depan (pre-amplifier), pengatur nada aktif (active tone-control), penguat arus DC tegangan rendah, switching, osilator ultrasonik, flip-flop, multivibrator, detektor, dan lain-lain. TUN dan TUP bisa diterapkan di hampir semua rangkaian elektronik, kecuali rangkaian-rangkaian khusus seperti rangkaian penguat frekwensi radio, rangkaian yang menerapkan suplai tegangan tinggi, atau yang lainnya yang memerlukan karakteristik transistor khusus tertentu..
Karena istilah TUN dan TUP asalnya dari Eropa, maka kebanyakan transistor yang didefinisikan sebagai TUN dan TUP juga adalah transistor-transistor Eropa (hanya sebagian kecil transistor Amerika).
Di antara transistor-transistor yang termasuk TUN contohnya adalah :
BC107, BC147, BC237, BC317, BC347, BC547, 2N3904, 2N3947, dan lain-lain.
Dan di antara transistor-transistor yang termasuk TUP contohnya adalah :
BC177, BC157, BC307, BC416, BC557, 2N3906, 2N4126, dan lain-lain.
Di antara transistor TUN dan TUP yang telah disebutkan itu yang paling populer dan paling mudah ditemui di pasaran adalah BC547 dan BC557.

TUN dan TUP adalah transistor-transistor yang mempunyai kriteria di dalam datanya sebagai berikut :
VCEO berkisar antara 20 sampai 50V
IC max berkisar antara 100 sampai 200mA
Pd max sekitar 100mW
fT min sekitar 100MHz.

Dari kriteria-kriteria itu, sebenarnya cukup banyak transistor-transistor lain yang juga dapat dikategorikan sebagai transistor TUN dan TUP.
Bagaimana dengan transistor-transistor Jepang?
Dari transistor-transistor Jepang yang memungkinkan untuk bisa dikategorikan sebagai TUN adalah :
C536, C548, C945, C1815, dan lain-lain.
Dan dari transistor-transistor Jepang yang memungkinkan untuk bisa dikategorikan sebagai TUP adalah :
A564, A844, A713, A1015, dan lain-lain.

Transistor-transistor yang lainnya yang juga memungkinkan untuk bisa dikategorikan sebagai TUN dan TUP adalah :
TUN : ED1402, FCS9014
TUP : ED1602, FCS9015.

Happy learning!


Tulisan sebelumnya tentang transistor :
Mengenal transistor 
Jenis-jenis transistor .

Enter your email address to get update from Admin .
Print PDF
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

Silakan komentar dengan IDENTITAS YANG JELAS dan tidak menyertakan live-link atau spam.

Copyright © 2013. Elektronika Spot - All Rights Reserved | Template Created by Kompi Ajaib Proudly powered by Blogger