logo blog
Blog Elektronika Spot
Pastikan untuk tidak melewatkan artikel yang mungkin anda ingin simak dengan melihat :Daftar Isi
Terima kasih atas kunjungan Anda, semoga bermanfaat.

Memperbaiki dispenser panas-dingin (2), kerusakan power-supply TEC

Advertisement

Tulisan ini adalah lanjutan dari tulisan sebelumnya : Memperbaiki dispenser panas-dingin (1) .

Apa yang diulas di sini masih berhubungan erat dengan tulisan sebelumnya tersebut.

TEC atau Pendingin peltier pada kebanyakan dispenser panas-dingin umumnya memerlukan suplai tegangan DC 12V dengan arus antara 6 sampai dengan 9A. Keperluan tegangan dan arus ini disuplai dari sebuah power-supply khusus untuk TEC. Ketika power-supply ini rusak, dispenser tidak bisa mendinginkan air lagi.

Sistem power-supply untuk TEC.
TEC selalu membutuhkan suplai arus yang besar, yaitu antara 6 - 9A. Sebagian model TEC malah ada yang memerlukan suplai arus hingga 10A atau lebih.
Apabila keperluan itu disuplai dari sebuah power-supply konvensional yang melibatkan tranformator daya berinti besi, tentu akan sangat tidak efisien karena terlalu berat dan besar. Karena itu power-supply TEC dibuat dengan sistem SMPS (Switching-Mode Power-Supply).

SMPS untuk TEC biasanya adalah dari tipe “half-bridge”, tipe yang juga umum digunakan pada power-supply komputer/PC. Tipe ini cukup bagus untuk mengeluarkan tegangan-tegangan rendah namun dengan arus yang besar-besar.
Secara praktis, skema blok rangkaian SMPS tipe half-bridge digambarkan sebagai berikut :

block diagram SMPS TEC

Pada gambar di atas diperlihatkan skema blok rangkaian SMPS tipe half-bridge untuk TEC.
Generator atau unit kontrol menghasilkan sinyal-sinyal non-sinus untuk diumpankan ke sepasang transistor driver yang bekerja secara “push-pull”. Transistor driver lalu menguatkan sinyal itu dan memberikannya kepada dua transistor power-output melalui penginduksian transformator power-input (Tr1). Dua transistor power-output kemudian menguatkan sinyal hingga ke taraf yang cukup kuat.
Dalam bekerja, dua transistor power-output mendapatkan suplai tegangan +300V, yaitu tegangan yang didapatkan dari hasil penyearahan tegangan AC 220V secara langsung oleh empat dioda yang terangkai secara “bridge” dan diratakan oleh susunan seri dua kondensator filter pada main-power unit.
Sinyal yang telah cukup kuat lalu dimasukkan ke transformator power-output (Tr2) melalui sebuah kondensator kopel, hasilnya adalah tegangan keluaran di gulungan sekundernya yang kemudian disearahkan oleh komponen-komponen penyearah (yaitu dioda CT jenis schottky) dan diratakan oleh sebuah kondensator filter.
Tegangan DC hasil penyearahan dioda CT dan perataan kondensator filter inilah yang kemudian menjadi tegangan keluaran untuk mensuplai TEC dan kipas penyedot panas yang menempel di heatsink TEC. Level tegangan ini (12V) diumpan-balikkan ke sirkit “error-correction amp” pada unit kontrol untuk mendapatkan kestabilannya.

Kerusakan-kerusakan power-supply TEC pada dispenser.
Di antara kerusakan-kerusakan yang dapat terjadi pada power-supply TEC adalah :
1.Tegangan keluaran menurun level-nya
2.Tegangan keluaran tidak stabil
3.Tidak ada tegangan keluaran
4.Mati total.

(1)Kerusakan pada poin pertama berefek kinerja pendinginan berlangsung tidak sempurna dan kipas penyedot panas tampak berputar melemah.
Penyebabnya adalah turunnya tegangan keluaran akibat kondensator filter di sirkit keluaran telah rusak. Perhatikan gambar bagian akhir dari contoh skema rangkaian power-supply TEC berikut ini :

TEC power-supply

Skema rangkaian diambil dari power-supply TEC dispenser panas-dingin merek Sanex. Untuk merek lain rangkaiannya mungkin mirip, namun nilai dan penomoran komponennya yang berbeda-beda. Kondensator filter di sirkit keluaran pada gambar di atas adalah C10 yang berkapasitas 1000µF.

po-supply TEC 2

Untuk memastikan bahwa tegangan keluaran memang telah menurun, ukurlah tegangan di antara dua solderan kaki C10 dengan AVO-meter posisi DCV 50V. Akan tampak level tegangan di bawah 12V.
Dengan mengganti kondensator filter tersebut, tegangan akan kembali normal.

(2)Kerusakan pada poin kedua sering disebabkan oleh kondensator filter di bagian main-power unit ada yang sudah rusak/kering. Terdapat dua kondensator/elco besar di situ yang masing-masingnya berkapasitas 100µF/200V.
Untuk memastikannya, ukurlah terlebih dahulu tegangan antara jalur +300V dengan gnd p menggunakan AVO-meter posisi DCV 500, jika ada kondensator filter yang rusak maka tegangan akan turun hingga sebesar 180V atau lebih sedikit.
Cabut kedua kondensator dan check kapasitas keduanya. Jika ada yang rusak atau menurun kapasitasnya gantilah dengan yang baru.

(3)Kerusakan pada poin ketiga berefek dispenser tidak bisa mendinginkan padahal switch dingin/cold telah di-on-kan dan Led indikator “cold” telah menyala. Akan tampak bahwa kipas pun tidak berputar.
Kerusakan dapat dipastikan dengan melakukan pengukuran terhadap tegangan keluaran, tidak terukur adanya tegangan DC 12V. Padahal tegangan +300V di bagian main-power unit ada.
Kerusakan seperti ini biasanya terjadi akibat transistor power-output ada yang tidak bekerja lantaran tidak mendapatkan tegangan bias bagi basisnya. Tegangan bias ini disediakan oleh resistor-resistor bernilai Ohm besar yang terhubung antara kolektor dan sirkit basisnya.
Pada gambar di atas resistor-resistor itu adalah : R32, R32’, R41 dan R41’. Jika salah satu dari resistor-resistor itu rusak (putus), transistor tidak akan bekerja. Cabut resistor untuk di-check, apakah nilai Ohm-nya masih sesuai ketentuan ataukah sudah melenceng membesar atau bahkan putus (tidak menunjukkan nilai Ohm lagi).

Kemungkinan kerusakan lainnya adalah rusaknya transistor power-output. Kerusakan yang adakalanya terjadi adalah bukan short-nya kolektor-emitor transistor, tetapi kerusakan pada basis-emitornya. Karena itu transitor perlu dicabut untuk dilakukan pengetesan apakah ia masih baik ataukah tidak.
Bagi yang belum mengerti, lihat caranya dalam : Pengetesan transistor NPN .

Apabila pengukuran tegangan +300V dan pengecekan semua komponen yang telah disebutkan di atas tidak mengindikasikan adanya masalah tetapi tegangan keluaran 12V tetap tidak ada, kemungkinan kerusakan lainnya adalah : rusaknya transformator Tr1 atau Tr2, rusaknya kondensator kopel C16.

(4)Kerusakan pada poin keempat ditandai dengan tidak adanya tegangan +300V di main-power unit. Pada kerusakan yang parah, akan tampak bekas-bekas hangus terbakar di antara komponen-komponen power-supply.
Yang biasanya rusak adalah : T6, T7, R35, R38, dan empat dioda penyearah (1N4007) di bagian main-power. Semua komponen-komponen itu perlu di-check untuk memastikan kerusakannya.
Kondensator C13 dan C14 ada baiknya di-check juga, karena pada kerusakan yang parah kedua kondensator itu adakalanya ikut rusak.
T6 dan T7 (tipe 13005) dalam prakteknya dapat diganti dengan tipe lain seperti C2335, C4242, atau 13007.

Tulisan perbaikan dispenser lainnya : Memperbaiki hot water-dispenser .

Happy repairing!

Enter your email address to get update from Admin .
Print PDF
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

2 komentar

Assalamualaikum
Pak kalo tegangan psu-nya jadi 6v kenapa ya ?

Balas

@Abdullah : Kalau tegangan suplainya turun, kipasnya juga akan bergerak lebih lambat. Kemungkinan kondensator filter tegangan (pada contoh skema rangkaian di atas adalah C10) sudah rusak.

Balas

Silakan komentar dengan IDENTITAS YANG JELAS dan tidak menyertakan live-link atau spam.

Copyright © 2013. Elektronika Spot - All Rights Reserved | Template Created by Kompi Ajaib Proudly powered by Blogger