logo blog
Blog Elektronika Spot
Pastikan untuk tidak melewatkan artikel yang mungkin anda ingin simak dengan melihat :Daftar Isi
Terima kasih atas kunjungan Anda, semoga bermanfaat.

Mengenal Kondensator

Advertisement

condensator symbol
Kondensator sering juga disebut dengan kondensor atau kapasitor, adalah komponen/part elektronik yang dapat menyimpan listrik secara sementara. Muatan listrik yang tersimpan di dalam kondensator adalah berbentuk DC di mana terdapat polaritas + (positif) atau – (negatif). Banyaknya muatan listrik yang tersimpan di dalam kondensator sesuai dengan kemampuan kondensator tersebut dalam menampung muatan listrik, dan ini disebut dengan kapasitas.
Kapasitas kondensator dinyatakan dalam satuan Farad (F). Turunan satuan-satuannya adalah sebagai berikut :

1F = 1000 mF (miliFarad)
1mF = 1000 µF (microFarad)
1µF = 1000 nF (nanoFarad)
1nF = 1000 pF (picoFarad).

Satuan Farad adalah satuan yang cukup besar, karena itu dalam prakteknya satuan yang sering dipakai hanyalah sampai pada cakupan µF saja.

Kondensator mempunyai dua elektroda sambungan/kontak di mana setiap elektroda tersambung kepada lempengan logam ringan memanjang yang pipih dan tipis yang terbelit pada suatu wadah. Antara satu dengan yang lainnya terbatasi dengan suatu sekat isolator.
Pada kondensator elektrolit belitan itu ditempatkan pada suatu rumah logam (biasanya alumunium) berbentuk tabung silindris dan terdapat di dalamnya cairan elektrolit. Pada kondensator-kondensator berkapasitas kecil yang non-elektrolit, rumah/casing kondensator dibuat dari berbagai bahan seperti polyester, mika, keramik atau plastik campuran.

Kondensator mempunyai ketentuan tegangan maksimal yang diperbolehkan untuk dipekerjakan kepadanya. Ketentuan tegangan maksimal ini tidak boleh dilampaui, jika dilampaui maka kondensator akan segera rusak.
Contoh : sebuah elco bertuliskan 220µF/50V. Ini berarti elco tersebut harus dipekerjakan pada tegangan (di antara dua elektrodanya) di bawah 50V. Apabila pada elco itu diberikan tegangan 50V atau lebih, maka elco akan segera rusak.

Sifat-sifat kondensator
Jika sebuah kondensator diberi tegangan listrik DC (disambungkan kepada sumber listrik DC), ia akan segera terisi muatan sesuai dengan besar kapasitasnya. Selama proses pengisian itu kondensator akan menarik arus. Kejadian itu hanya berlangsung sekejap saja. Apabila telah terisi penuh, kondensator tidak lagi menarik arus.
Dengan demikian dapat dilihat bahwa kondensator menarik arus dari sumber DC hanyalah pada saat mengisi muatan saja, setelah itu ia tidak menarik arus lagi. Atau dengan kata lain : setelah terisi muatan listrik kondensator bukanlah beban (load) bagi sumber DC.  Kondensator tidak menghubung singkat tegangan DC.

Jika sebuah kondensator diberi tegangan listrik AC (disambungkan kepada sumber listrik AC), pada satu belahan tegangan (misalnya belahan tegangan positif) kondensator akan terisi muatan dan pada saat ini kondensator menarik arus. Kemudian pada belahan tegangan berikutnya (yaitu belahan tegangan negatif) muatan yang sudah mengisi kondensator akan ternetralkan oleh belahan tegangan berikutnya yang berlawanan polaritas itu, dan pada saat inipun kondensator menarik arus lagi. Setelah itu keadaan berulang lagi sebagaimana pada saat terjadi belahan tegangan yang pertama (belahan tegangan positif). Kejadian ini terus berlangsung selama adanya siklus pergantian polaritas tegangan sebagaimana halnya yang terdapat pada listrik AC.
Dengan demikian dapat dilihat bahwa kondensator senantiasa menarik arus ketika disambungkan kepada sumber AC. Atau dengan kata lain : kondensator adalah beban (load) bagi sumber AC. Kondensator menghubung singkat tegangan AC.
Sifat kondensator yang seperti ini dimanfaatkan orang untuk kopel sinyal ac dari titik yang mengandung tegangan DC. Sinyal-sinyal ac akan dilewatkan oleh kondensator sedangkan tegangan DC tidak dilewatkan setelah kondensator dalam keadaan terisi muatan.
Contoh penerapannya adalah pada bagian akhir penguat audio sistem OTL. Sebuah kondensator berukuran besar dipasang pada bagian akhir penguat OTL untuk kopel sinyal audio yang telah dikuatkan kepada speaker agar menjadi bunyi. Sedangkan tegangan DC yang terdapat pada bagian akhir penguat OTL tidak diteruskan kepada speaker karena kondensator tidak menghubung singkat tegangan DC (kecuali hanya sekejap pada saat pengisian muatan saja).

Kondensator seri dan kondensator paralel
Ada kalanya kondensator-kondensator dirangkai secara seri atau secara paralel, biasanya hal ini dilakukan untuk mendapatkan nilai kapasitansi baru yang di luar standar nilai kapasitansi yang ada. Nilai kapasitansi kondensator seri adalah :

C = (C1 x C2) / (C1 + C2).

Contoh : C1 = 3,3µF, C2 = 3,3µF dirangkai secara seri, maka nilai kapasitansi gabungan dari keduanya adalah C = (3,3 x 3,3) / (3,3 + 3,3) = 1,65µF.

Nilai kapasitansi kondensator yang dirangkai secara paralel adalah :

C = C1 + C2.

Contoh : C1 = 100nF, C2 = 82nF dirangkai secara paralel, maka nilai kapasitansi gabungan dari keduanya adalah C = 100 + 82 = 182nF.

Nilai-nilai standar kondensator
Pada kondensator berkapasitas kecil (dari satuan pF hingga nF) nilai kapasitansi standar yang banyak beredar secara umum adalah sama seperti nilai standar resistansi resistor, yaitu pada angka-angka : 1, 12, 15, 18, 22, 27, 33, 39, 47, 56, 68, dan 82.
Contoh : 1pF, 1nF, 1,8nF, 15pF... dan lain-lain.
Sedangkan pada kondensator berkapasitas agak besar (dengan satuan µF) yang biasanya adalah kondensator elektrolit (elco), nilai kapasitansi standar yang banyak beredar secara umum adalah : 1, 2,2, 3,3, 4,7, 10, 22, 33, 47, 100, 220, 330, 470, 1000, 2200, 3300, 4700, 6800, dan 10000.
Untuk mendapatkan nilai kapasitansi yang di luar itu ditempuhlah cara dengan menggabungkan kondensator-kondensator secara seri atau paralel.

Kode angka pada kondensator
Nilai-nilai kapasitansi kecil pada kondensator keramik, mika, polyester, MKT ataupun yang lainnya biasanya dituliskan di badan kondensator dengan kode-kode angka.
Ada tiga angka pada pengkodean nilai kapasitansi kondensator, yaitu :
  • Angka pertama, adalah angka pertama
  • Angka kedua, adalah angka kedua
  • Angka ketiga, adalah banyaknya angka nol tambahan setelah dua angka sebelumnya.
Satuannya adalah pF (picoFarad).

Contoh : Sebuah kondensator keramik bertuliskan : 153.
Ini berarti angka pertama adalah 1, angka kedua adalah 5 dan ditambahkan angka nol sebanyak 3, maka nilai kapasitansinya adalah 15000pF atau 15nF.

Ada kalanya untuk menyatakan besar nilai kapasitansi kondensator dilakukan dengan pengkodean warna. Dalam hal ini sama saja dengan yang diterapkan pada pengkodean warna resistor, hanya saja warna emas atau perak (warna untuk menyatakan toleransi) tidak disertakan.
Tentang pengkodean warna resistor telah diulas di dalam tulisan : Mengenal Resistor.

Demikianlah sekilas tentang mengenal kondensator. Sebenarnya masih ada yang seharusnya diulas mengenai kondensator, namun dicukupkan saja sampai di sini agar tidak terlalu panjang. Tentang jenis-jenis kondensator beserta simbol-simbol dan ulasan singkat tentangnya bisa diikuti dalam tulisan selanjutnya : Jenis-Jenis Kondensator.

Happy learning!

Enter your email address to get update from Admin .
Print PDF
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

Silakan komentar dengan IDENTITAS YANG JELAS dan tidak menyertakan live-link atau spam.

Copyright © 2013. Elektronika Spot - All Rights Reserved | Template Created by Kompi Ajaib Proudly powered by Blogger