Search
logo blog
Blog Elektronika Spot
Pastikan untuk tidak melewatkan artikel yang mungkin anda ingin simak dengan melihat :Daftar Isi
Terima kasih atas kunjungan Anda, semoga bermanfaat.

IC Radio Legendaris Pada Polytron Dan Digitec

Advertisement

tea5711_la1260
Polytron dan Digitec, adalah dua merek perangkat elektronik lokal yang mempunyai kiprah cukup banyak di Indonesia. Kebanyakan produk-produk mereka memang ‘smart’, bisa memahami karakter selera dan keinginan orang Indonesia.
Tampilannya tidak kaku, sesuai era, meskipun penekanan cost tetap ada sehingga harga bisa bersaing dengan produk-produk paten dari luar. Hal lebih lainnya adalah pengupayaan kwalitas standar, dan (dalam bidang audio) selera ‘kuping’ orang Indonesia berusaha diadaptasi lalu diimplementasikan dalam produk-produk audionya.
Memang tidak selalu perlu untuk mengikuti standar selera orang Jepang, Amerika, atau Eropa yang terlalu fokus dengan urusan teknis ketat hingga berujung dengan rancangan rumit.
Apa yang disukai orang di negara-negara itu belum tentu disukai juga oleh kebanyakan orang di Indonesia.

Dari Sebagian produk radio-audio Polytron dan Digitec yang sempat marak, berikut ini IC radio legendarisnya, pernah paling banyak digunakan pada sirkit-sirkit radio-receiver compo mulai pertengahan era ’90-an hingga awal era 2000-an.

LA1260
IC radio dari Sanyo ini terpasang pada produk Polytron legendaris yang sempat “booming” di pertengahan era ’90-an, yaitu Polytron Grand-Compo.
Di masa itu, siapa yang tidak kenal Polytron Grand Compo?
Catatan gambar skematik bagian radio dari Grand-Compo ternyata masih tersimpan di antara tumpukan lembaran literatur saya. Klik pada gambar untuk ukuran lebih besar.

skematik_radio_grand_compo_polytron

IC ini cukup sensitif dan selektif pada band AM - FM. Bagian IF (Intermediate Frequency) AM pada frekwensi 455kHz cukup sempurna jika pengetrimannya optimal. Dua filter keramik 455kHz terpasang seri di pin 10 menjamin selektifitasnya jadi lebih baik.
Di bagian IF FM 10,7MHz tiga tahap filter diterapkan yang salah-satunya menggunakan filter keramik 10,7MHz. Tentu, selektifitasnya pun cukup baik.
Dalam fungsinya sebagai FM receiver, IC ini memerlukan sirkit-sirkit pendamping lain. Pada skematik di atas, bagian tuner/FM front-end diperankan oleh LA1186N yang juga dari Sanyo. Sedangkan untuk MPX-decoder dilakukan oleh TA7343 dari Toshiba.
Sebenarnya LA1260 mempunyai fitur tambahan berupa LED Tuning-Indicator pada pin 7 nya, indikator yang menunjukkan bahwa ‘tune’ (AM atau FM) telah tepat/maksimal dengan nyala LED paling terang. Tapi di banyak versi, Polytron tidak menggunakan fitur ini. Pin 7 dihubungkan ke ground.
Hal yang mungkin agak berbeda dengan IC radio generasi selanjutnya adalah terpisahnya jalur output audio untuk AM dan FM. Output untuk AM diselenggarakan di pin 9, sedangkan untuk FM di pin 8.

TEA5711
Ini adalah IC radio “3 in-1” dari Philips, sudah mengandung tiga sirkit bagian, yaitu pra-penguat FM (Tuner/FM front-End), IF (Intermediate-Frequency, AM-FM), dan MPX decoder FM-stereo. Karena itu output dari IC ini bisa langsung dihubungkan ke input stereo bagian audio.
IC ini banyak diterapkan pada radio kecil, radio-tape tentengan dan compo. Sensitifitas dan Selektifitasnya memang sangat baik, mempunyai level output standar dengan tegangan suplai rendah.

skematik_radio_digitec

TEA5711 masih bisa berfungsi normal pada tegangan suplai 1,8V atau 2,1V. Level tegangan suplai tertingginya adalah 12V, namun untuk penerapan aman tegangan suplai disetting tidak lebih dari 6V.
Memang cukup beralasan jika Polytron dan Digitec pernah banyak menerapkan IC ini. Hanya saja ada satu hal yang kurang menyenangkan, yaitu kasus kerusakan IC ini lebih banyak terjadi dibandingkan dengan IC “3 in-1” lain yang serupa dan sekelas.


Simak juga tulisan terkait : Memperbaiki Radio AM – FM.


Enter your email address to get update from Admin .
Print PDF
Next
« Next Post
Previous
Prev Post »

Silakan komentar dengan IDENTITAS YANG JELAS dan tidak menyertakan live-link atau spam.

Copyright © 2013. Elektronika Spot - All Rights Reserved | Template Created by Kompi Ajaib Proudly powered by Blogger