logo blog
Blog Elektronika Spot
Pastikan untuk tidak melewatkan artikel yang mungkin anda ingin simak dengan melihat :Daftar Isi
Terima kasih atas kunjungan Anda, semoga bermanfaat.

Mengenal Thyristor

Advertisement

Thyristor, asalnya adalah sebutan untuk SCR (Silicon Controlled Rectifier), sebuah komponen penyearah (pelewat arus DC) dengan perlengkapan “gate” (G) sebagai pintu kontrolnya, pertama kali diperkenalkan oleh perusahaan General Electric pada tahun 1957.
Pada kelanjutannya, Triac (Triode for Alternating-Current) juga dimasukkan ke dalam keluarga thyristor.
Dengan majunya tekhnologi pembuatan parts elektronik, muncul banyak parts baru sebagai pengembangan atas SCR, Triac atau parts lain yang sudah ada sebelumnya dan dimasukkan pula ke dalam keluarga thyristor.
Kini, thyristor meliputi : SCR (thyristor), Triac, AGT, LASCR, Quadrac, MCT, GTO, GCT, ETO, dan beberapa lainnya.
Sebagian parts tanpa terminal “gate” dihubungkan pula ke dalam keluarga thyristor seperti Diac (Diode for Alternating Current), Sidac dan BOD (Breakover Diode).

thyristor 1
SCR (Silicon Controlled Rectifier).
SCR mempunyai tiga elektroda, yaitu anoda (A), katoda (K), dan gate (G).
SCR adalah komponen yang bersifat unidirectional. Apabila pada anoda terdapat tegangan DC positif dan pada gate diberi tegangan kecil (disebut tegangan trigger, VGT) atau dialiri sedikit arus (disebut arus trigger, IGT), maka SCR akan menghantar (disebut forward-condition atau On-condition).
Tegangan DC pada anoda akan dihantarkan ke katoda dan pada SCR mengalir arus DC.
Jika gate tidak dialiri arus, SCR akan menyumbat/tidak menghantar (disebut forward-blocking atau Off-condition).
Anoda-katoda SCR akan menjadi menghantar hanya jika pada gate diberi tegangan yang lebih positif terhadap katoda.
Ketika SCR telah berada pada on-condition dan arus yang mengalir antara anoda-katoda telah mencapai taraf “IL” (arus latching) maka SCR akan “menghantar-terkunci” (latching-on), yaitu keadaan di mana SCR menghantar terus meskipun aliran arus gate sudah tidak diberikan lagi.

Apabila pada anoda terdapat tegangan AC dan pada gate dialiri sedikit arus, maka SCR akan menghantarkan tegangan, namun hanya pada bagian denyut-denyut positifnya saja. Atau dengan kata lain, SCR menyearahkan tegangan AC tersebut.

Triac (Triode for Alternating-Current).
Triac mempunyai tiga elektroda, yaitu MT1 (Main-Terminal 1), MT2 (Main-Terminal 2), dan gate (G).
Tidak seperti SCR, Triac adalah komponen yang bersifat bi-directional.
Triac seolah dua SCR yang diparalel dalam susunan saling terbalik. Apabila pada MT1 terdapat tegangan AC dan pada gate diberi tegangan ac kecil, Triac akan menghantar. Setiap belahan tegangan ac pada gate (positif atau negatif) dapat men-trigger Triac agar menghantar.
Tegangan AC pada MT2 akan dihantarkan ke MT1, dan pada Triac pun mengalir arus AC.

AGT (Anode Gate Thyristor).
AGT mirip dengan SCR dan cara kerjanya pun demikian, namun pemberian polaritas tegangan gate-nya terbalik karena AGT diperuntukkan sebagai penghantar (atau penyearah) tegangan negatif.
Apabila pada katoda terdapat tegangan DC negatif dan pada gate diberi tegangan negatif kecil atau dialiri sedikit aliran arus negatif, maka AGT akan menghantar (On-condition).
AGT akan menghantar (on-condition) adalah apabila gate-nya diberi tegangan yang lebih negatif terhadap anoda. Tegangan negatif di katoda akan dihantarkan ke anoda dan pada AGT pun mengalir arus DC-.

LASCR (Light Activated SCR).
LASCR adalah SCR khusus yang mempunyai tambahan elemen peka cahaya di badannya.
Cara kerja LASCR sama saja dengan SCR, namun dengan adanya tambahan elemen peka cahaya maka LASCR dapat juga di-trigger agar menghantar melalui intensitas cahaya yang menerpanya, selain dari tegangan/arus trigger yang diberikan kepada gate-nya.

Quadrac.
Quadrac adalah Triac yang sudah terangkai di dalamnya dioda Diac untuk pen-trigger-an (penyulutan) gate-nya.

thyristor 2
MCT (MOS Controlled Thyristor).
MCT adalah thyristor yang mempunyai gate MOS (Metal-Oxyde Semiconductor), yaitu gate sebagaimana yang terdapat pada transistor MOSFET dan IGBT. Dengan perlengkapan gate MOS, MCT dapat dioperasikan untuk on-condition dan off-condition (sebagai switch) dengan tegangan gate yang lebih fleksibel namun arus yang dibutuhkannya sangat kecil.
MCT ada dua jenis, yaitu tipe N dan tipe P.

GTO (Gate Turn-off Thyristor).
GTO adalah thyristor yang keadaan menghantarnya (on-condition) dipicu oleh impuls tegangan positif pada gate-nya. Apabila telah menghantar, GTO dapat dipadamkan (off-condition) dengan memberikan tegangan negatif atau aliran arus negatif ke gate-nya.
Operasional GTO tampak lebih fleksibel dibanding SCR, namun kemampuan menangani dayanya bisa besar juga.
GTO dibuat dalam beberapa varian, di antaranya : MA-GTO (Modified Anode GTO), DB-GTO (Distributed Buffer GTO).

GCT (Gate Commutated Thyristor).
GCT atau IGCT (Integrated Gate Commutated Thyristor) adalah pengembangan langsung dari GTO, yaitu thyristor yang cara kerjanya sama saja dengan GTO, namun mempunyai “delay-time” untuk on-condition dan off-condition yang lebih lebar ketika gate-nya mendapatkan impuls positif atau impuls negatif.
Dalam banyak penerapan, konon GCT lebih meminimalisir kerugian “switching”.
GCT pun tidak satu model, pembuatannya disesuaikan dengan keperluan dalam penerapannya. Telah ada tiga GCT yang dibuat sesuai keperluan penggunaannya : Symmetrical GCT, Asymmetrical GCT, dan Reverse Conducting GCT.

ETO (Emitter Turn-off Thyristor).
ETO adalah hasil pengembangan dari GTO juga. ETO dibuat sebagai GTO yang mempunyai penambahan seri struktur MOSFET di dalamnya, sehingga dapat lebih baik dalam penerapan tegangan tinggi dan pengemudian gate-nya lebih mudah (dengan gate MOS) karena hanya membutuhkan arus yang kecil. Selain itu ETO juga dapat menangani frekwensi switching yang lebih tinggi.
Pada kelanjutannya, ETO terus dikembangkan lagi sehingga ada ETO yang mempunyai dua elektroda gate (di samping elektroda utama, yaitu anoda dan katoda) dan ada pula ETO yang mempunyai sistem kontrol pada gate yang lebih rumit.

thyristor 3
Thyristor memang telah banyak ragamnya dan semakin hari semakin berkembang. Contoh Thyristor lainnya adalah : RCT (Reverse Conducting Thyristor), SUS (Silicon Unilateral Switch), SBS (Silicon Bilateral Switch), SCS (Silicon Controlled Switch), SITh (Static Induction Thyristor), dan lain-lain.

Sejak pertamakali dibuat, Thyristor telah menjadi komponen “Power Semiconductor Devices” penting dalam distribusi, konversi dan penyaluran daya besar. Kini, pengembangan Thyristor lebih banyak terkait dengan hal-hal tersebut.
Banyak perusahaan semikonduktor terkenal berusaha untuk membuat inovasi dan menawarkan produk dengan “brand-name” thyristor-nya nya masing-masing, sebagaimana dahulu perusahaan General Electric memulai menawarkan produk dengan brand-name : SCR.
Kadang, lain perusahaan lain pula brand-name yang diberikan meskipun barangnya sebenarnya itu-itu juga.
Dan terkadang, belajar elektronika itu memang tak lepas dari banyak urusan eksistensi perusahaan semikonduktor.

Happy learning!

Tulisan terkait : Mengenal dioda penyearah .

Enter your email address to get update from Admin .
Print PDF
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

Silakan komentar dengan IDENTITAS YANG JELAS dan tidak menyertakan live-link atau spam.

Copyright © 2013. Elektronika Spot - All Rights Reserved | Template Created by Kompi Ajaib Proudly powered by Blogger