Search
logo blog
Blog Elektronika Spot
Pastikan untuk tidak melewatkan artikel yang mungkin anda ingin simak dengan melihat :Daftar Isi
Terima kasih atas kunjungan Anda, semoga bermanfaat.

Beberapa Skematik Amplifier OTL Lokal

Advertisement

Berikut ini skematik audio-amplifier OTL yang pernah beredar di Indonesia dengan merek "Primo" dan "Luxsonic". Postingan ini masih melanjutkan ulasan yang sebelumnya, yaitu : Skematik Amplifier OTL lokal
Diagram skematik ini barangkali dapat digunakan untuk panduan reparasi jika (mungkin) masih ada yang menyimpannya sebagai ampli kenangan, atau dapat juga digunakan jika ada yang ingin merekap ulang/menyusun ulang sebagai amplifier lama yang jadi baru. Komponen-komponennya cukup umum dan mudah ditemui di pasaran.
Sebagaimana yang lainnya, Primo dan Luxsonic juga sempat ikut meramaikan blantika amplifier OTL di pasaran ampli lokal Indonesia (terutama pulau Jawa) pada era '80 an.
Untuk ampli kelas kamar/rumah, produk dalam negeri pada masa itu sepertinya lebih banyak digunakan oleh masyarakat di perkampungan dan pelosok-pelosok kota. Kenyataannya ampli buatan lokal lebih mudah ditemui di toko-toko elektronik daripada ampli buatan luar seperti Sansui, Aiwa, Pioneer, Kenwood atau yang lainnya.
Karena harganya lebih murah?
Mungkin.

Primo SD-707

amplifier_primo_sd-707

Ini adalah amplifier lama (jadul) kelas AB yang sudah menggunakan transistor-transistor silikon. Rancangannya masih menerapkan pola generasi awal sistem OTL, yaitu umpan balik negatif dari titik tengah (X) ke basis transistor input bagian po-amp.
Konsekwensi umum dari pola ini adalah adanya penyetelan tegangan untuk titik tengah agar mencapai sekitar 1/2 dari tegangan suplai (tegangan V+), dan di sini dilakukan oleh sebuah trimpot 100k. Ada ulasan khusus untuk mengenali pola OTL serta beberapa tips untuk memperbaikinya ketika rusak, lihat dalam : Memperbaiki amplifier OTL

Di bagian depan, ada tiga macam input, yaitu : Mic, Line-in/aux-in, dan High level in.
Mic adalah input untuk mikrofon dinamik standar (600 Ohm), Line-in/aux-in adalah input 'auxiliary' untuk level sinyal sekitar 150mV, dan High level in adalah input untuk keluaran speaker dari sebuah perangkat audio (misalnya speaker-out dari radio/tape tentengan).
Pencampuran langsung (tanpa switch) sinyal dari mikrofon dan line-in/aux dapat dilakukan melalui penyetelan potentiometer-nya masing-masing.
Cara seperti ini sudah sering diterapkan untuk mengesankan bahwa ampli cukup serbaguna dan fleksibel dalam penggunaannya. Di masa itu demam 'karaoke' belumlah marak.
Ketika karaoke sudah sangat marak pada awal era '90 an, cara ini lalu dilanjutkan dengan penambahan switch di bagian line-in/aux untuk menghilangkan kanal rekaman yang mengandung vokal penyanyi.
Di bagian tone-control, diterapkan tipe passif setelah sinyal input audio disanggah oleh sebuah penguat penyanggah dengan transistor low noise 9014.
Bagi yang ingin merekap ulang, transistor 1402 di bagian depan po-amp dapat diganti dengan C1815, namun perlu diperhatikan susunan pin-nya. Lihat dalam : Mengenal Transistor
Adapun D merupakan dioda silikon kecil semacam 1N4148. Jika transistor-transistor akhir terlalu cepat panas, resistor 270 ohm yang terhubung seri dengan dioda D bisa diperkecil menjadi 150...220 Ohm.
Untuk rekap sistem stereo, semua komponen dapat didobel langsung tanpa masalah. Semua potentiometer diganti dengan potentiometer stereo.

Luxsonic

ampli_luxsonic

Saya lupa tipe amplifier ini, hanya ingat mereknya saja.
Skematiknya mengingatkan pada amplifier Sansui AU-101 yang cukup populer. Rancangannya memang berbeda, tidak lagi menerapkan pola generasi awal OTL dengan umpan balik ke basis transistor input po-amp. Umpan balik diselenggarakan dari titik tengah ke emitor transistor input po-amp.
Di bagian depan, digunakan switch input untuk mikrofon atau line-in/aux.
Tone-controlnya juga menerapkan tipe passif, namun cukup bisa diandalkan untuk memperoleh 'boost' dan 'cut' di area bass dan treble dengan lumayan tajam.
Untuk rekap ulang stereo, semua komponen bisa langsung didobel kecuali resistor 1k dan elco 220/25 di jalur suplai. Semua potentiometer pun diganti dengan potentiometer stereo.

Bagaimana dengan power-supply nya?
Untuk kedua amplifier di atas, dapat digunakan rangkaian berikut ini :


Demikianlah ulasan Beberapa Skematik Amplifier OTL lokal. Skematik lainnya (OCL atau BTL) mungkin akan diposting di kesempatan lain.

Enter your email address to get update from Admin .
Print PDF
Next
This is the current newest page
Previous
Prev Post »

Silakan komentar dengan IDENTITAS YANG JELAS dan tidak menyertakan live-link atau spam.

Contact form

Name

Email *

Message *

Copyright © 2013. Elektronika Spot - All Rights Reserved | Template Created by Kompi Ajaib Proudly powered by Blogger