Search
logo blog
Blog Elektronika Spot
Pastikan untuk tidak melewatkan artikel yang mungkin anda ingin simak dengan melihat :Daftar Isi
Terima kasih atas kunjungan Anda, semoga bermanfaat.

20W BTL Amplifier Dengan TDA2005

Advertisement

ic_tda2005
TDA2005 merupakan IC ‘dual’ yang dapat dikonfigurasi sebagai penguat OTL stereo, atau sebagai penguat BTL tunggal.
Ia adalah IC audio yang cukup populer, pernah sangat marak menjadi IC po-amp di banyak rancangan audio mobil dari berbagai merek.
Meskipun rancangan po-amp audio mobil sekarang ini sudah jauh bergeser, tetapi IC ini ternyata masih tetap banyak beredar di pasaran umum.
Para hobbyst dan para praktisi elektronika sepertinya masih banyak yang suka dengan IC ini, meskipun bukan untuk keperluan audio mobil lagi.
IC ini pertamakali muncul sekitar tahun 1985-1986, dan selama perjalanannya telah mengalami beberapa kali revisi pendokumentasian. Namun perusahaan SGS-Thomson (ST) sejak awal mengeluarkan IC ini tetap dalam casing yang tidak pernah berubah, yaitu ‘Multiwatt11’.

TDA2005 dirancang untuk penggunaan kondisi tegangan DC di mobil yang kasar, karenanya ia dapat bertahan pada tegangan suplai yang melonjak hingga +28V (dalam keadaan tanpa sinyal input).
Normalnya, ia bekerja pada tegangan suplai (V+) 12V. Ketika bekerja untuk mengeluarkan daya output maksimal 20W pada beban speaker 4 Ohm, tegangan V+ (maks.) adalah 14,4V.
Power-supply konvensional sederhana bisa saja digunakan, namun yang terbaik untuk keperluan ini adalah menggunakan DC regulator 14,4V khusus sebagaimana dibahas di dalam tulisan ini : Sumber tegangan 13,2V dan 14,4V DC .

Rangkaian BTL TDA2005.

rangkaian_amplifier_tda_2005

Daftar komponen :
R1 = 120k
R2 = 1k
R3 = 2k
R4, R5 = 12Ω
R6, R7 = 1Ω
C1, C2 = 2,2uF/50V
C3, C9, C10 = 104 (mika/mylar/MKT)
C4 = 10uF/50V
C5, C7 = 100uF/16V
C6, C8 = 220uF/16V
IC1 = TDA2005 atau TDA2005s
Spkr = speaker 4Ω.

Gambar rangkaian beserta daftar komponen yang diterakan adalah untuk versi mono (tunggal). Untuk versi stereo rangkaian dibuat dua kali yang berarti semua komponennya menjadi dua kali lipat.
Input rangkaian BTL TDA2005 ini dapat disambungkan ke output berbagai rangkaian tone-control bertransistor. Dengan demikian ia menjadi power-amplifier dalam sebuah sistem amplifier lengkap.
Jika didahului dengan sebuah potentiometer 20k maka ia dapat juga langsung digunakan sebagai penguat/amplifier dari berbagai output audio meskipun tanpa pelengkap pengaturan nada.

Petunjuk perakitan amplifier TDA2005.
IC1 memerlukan keping pendingin/heatsink alumunium yang cukup memadai.
Ketika IC ini dipakai untuk mengeluarkan daya maksimal atau mendekati daya maksimal dalam waktu lama, panasnya harus tersalurkan dengan baik. Jika tidak maka IC akan mudah rusak.
Speaker yang digunakan haruslah speaker berimpedansi 4Ω jika diinginkan daya maksimal dapat dicapai secara optimal. Ukuran diameter speaker terserah saja, tapi sebaiknya antara 4,5 inch sampai dengan 6 inch.
Apabila sulit mendapatkan speaker 4Ω, dua speaker 8Ω bisa saja diparalel untuk mendapatkan impedansi 4Ω. Dalam hal ini setiap speaker dipandang sebagai sebuah resistor karena mempunyai nilai resistansi ‘Ohm’.
Ketika disambungkan secara paralel maka hasilnya (dalam hal impedansi) adalah sama saja seperti speaker 4Ω. Lihat penjelasan teknis tentang ini dalam ulasan yang lebih spesifik : Mengenal Resistor .

Untuk melengkapi proyek praktek ini, berikut disertakan juga rancangan PCB yang bisa diusahakan untuk dibuat.
File-nya (dengan ukuran aktual) dapat diunduh di sini : PCB BTL TDA2005 .

Silakan diunduh file layout PCB-nya dan di-print untuk pembuatan PCB.
Jika PCB sudah dibuat, tata-letak komponen serta sambungan perkabelannya kira-kira seperti ini :

pemasangan_perkabelan_amplifier_tda2005

Gambar yang diperlihatkan adalah tata-letak komponen pada PCB 20W BTL amplifier dengan TDA2005, serta penyambungan-penyambungan perkabelannya dalam tampak atas.

Happy soldering!

Enter your email address to get update from Admin .
Print PDF
Next
«Next Post
Previous
Prev Post »

4 komentar

Min yang sircuit C0 itu gmn???

Balas

Wong Kalimati :
Wah iya...saya lupa nulis. C0 itu kondensator milar/mika senilai 1nF (102).
Boleh juga pakai kondensator keramik.

Balas

Min ,bisa pakai trafo 10amper tidak

Balas

Kegedean....sayang tuh trafo.
Kalo mau maksain bisa aja, ambil tegangan 0-12V terus kasih "bridge" dan kondensator 2200uF/25V.

Balas

Silakan komentar dengan IDENTITAS YANG JELAS dan tidak menyertakan live-link atau spam.

Contact form

Name

Email *

Message *

Copyright © 2013. Elektronika Spot - All Rights Reserved | Template Created by Kompi Ajaib Proudly powered by Blogger