Search
logo blog
Blog Elektronika Spot
Pastikan untuk tidak melewatkan artikel yang mungkin anda ingin simak dengan melihat :Daftar Isi
Terima kasih atas kunjungan Anda, semoga bermanfaat.

Memperbaiki Amplifier OCL

Advertisement

Untuk bisa memperbaiki amplifier OCL menjadi cukup penting karena sistem ini mendominasi amplifier-amplifier berdaya besar pada saat ini.
Berikut ini adalah ulasan mengenai perbaikan amplifier OCL namun sebelumnya didahului dengan sedikit uraian tentang apa itu amplifier OCL.

Sekilas tentang OCL.
OCL adalah singkatan dari Ouput Capacitor Less, sebuah sistem audio amplifier yang meniadakan penggunaan kondensator (capacitor) kopel untuk melimpahkan daya kepada beban speaker.
Sistem ini menjadi populer menindak lanjuti pendahulunya, yaitu sistem OTL sebagai amplifier yang mempunyai kemampuan menghasilkan audio hi-fi dengan baik namun tanpa melibatkan kondensator-kondensator berkapasitas besar.
Amplifier OCL memerlukan power-supply tegangan terbelah, berikut adalah contoh skema rangkaiannya :

OCL circuits

Ciri dari amplifier OCL adalah :
  • Menggunakan power-supply tegangan terbelah atau power-supply tegangan simetrik, yaitu power supply yang mempunyai tegangan positif, tegangan negatif dan 0 Volt (ground).
  • Tidak ada kondensator kopel kepada speaker dari titik tengahnya (titik X)
  • Pada tahap depan biasanya diterapkan “differential-amplifier”.
Gambar pertama memperlihatkan contoh power-amplifier OCL yang diadopsi dari deck Polytron Big-Band.
Q1 dan Q2 membentuk differential-amplifier yang emitornya saling berhubungan. R3 merupakan resistor emitor yang mengalirkan arus bagi kedua emitor Q1 dan Q2.
Basis Q1 menjadi jalan masukan (input) non-inverting sedangkan basis Q2 menjadi input inverting.
Penguatan keseluruhan ditentukan oleh nilai resistansi R4 (resistor basis) dan R5. Namun biasanya R4 dibuat sama dengan R1.
Apabila R4 dibesarkan maka penguatan amplifier akan bertambah. Tetapi jika R4 terlalu dibesarkan maka akan dapat mengakibatkan kerja rangkaian menjadi tidak stabil. Karena itu R4 dipilih tidak terlalu besar.
R5 memperkecil atau membatasi umpan balik negatif, di mana apabila nilai resistansinya dikecilkan maka penguatan amplifier juga akan bertambah.

Dua dioda 1N4148 di antara basis Q5 dan Q4 berfungsi sebagai sensor panas karena sifat dioda yang akan menurun tegangan majunya apabila terkena panas pada batas suhu tertentu.
Dua dioda ini berada dekat dengan keping pendingin (heatsink) transistor-transistor akhir. Di sini dua transistor akhir adalah dari tipe yang sama, yaitu 2N3055.
Apabila transistor menjadi terlalu panas maka tegangan maju dioda akan turun sehingga tegangan di antara basis Q5 dan Q4 akan turun juga. Ini berefek mengurangi besar arus yang sedang mengalir di antara transistor-transistor akhir karena setelan arus stasionernya telah berubah mengecil. Dengan demikian kompensasi terhadap panas yang berlebihan tetap berjalan.
Setelan arus stasioner dalam kondisi normal tanpa sinyal input disetel oleh trimpot 1k.
Adapun dua dioda di basis Q4 berfungsi sebagai “limiter” apabila pembebanan terhadap amplifier terlalu kuat atau terjadi hubung singkat di jalur speaker.

Titik X merupakan titik tengah power-amplifier, dari titik ini disambungkan speaker.
Normalnya, di titik ini tidak terdapat tegangan DC (nol Volt) terhadap ground, karenanya aman disambungkan secara langsung kepada speaker. Ini dimungkinkan karena penerapan suplai tegangan terbelah. Bagi tegangan DC titik X seolah sama dengan ground (jalur 0V) tetapi bagi sinyal-sinyal ac audio yang telah dikuatkan oleh amplifier, titik X mempunyai perbedaan potential yang besar terhadap ground, maka yang akan mengalir pada speaker hanyalah sinyal-sinyal ac audio.

Pada gambar kedua diperlihatkan skema rangkaian power-amplifier lokal yang banyak beredar.
Berbagai merk amplifier lokal, amplifier rakitan dan speaker aktif menggunakan rangkaian tersebut dengan variasi yang sangat sedikit.
Q1 dan Q2 membentuk differential-amplifier namun peran resistor emitor diambil alih oleh kolektor-emitor Q3. Jadi, Q3 di sini berperan sebagai penyedia arus bagi kedua emitor Q1 dan Q2.
Dengan adanya D1 dan D2 di basis Q3 maka arus yang dialirkan kepada emitor Q1 dan Q2 besarnya akan tetap, tidak berubah-ubah.
Sebagai driver digunakan transistor pasangan komplementer BD139 (NPN) dan BD140 (PNP), berbeda dengan power-amplifier yang pertama, di sini digunakan transistor akhir dengan pasangan komplementer juga, yaitu MJ2955 (PNP) dan 2N3055 (NPN).
Mengenai hal-hal yang lainnya tidak diterangkan lagi di sini karena telah diterangkan sebelumnya.

Kerusakan umum amplifier OCL.
1.Tidak ada suara tapi power hidup
2.Ada suara tetapi cacat dan kecil disertai dengung
3.Mati total

Kerusakan pertama dan kerusakan kedua biasa disebabkan oleh adanya transistor driver atau transistor akhir yang rusak.
Perlu ditekankan bahwa jika sebuah amplifier OCL rusak, jangan langsung mengetesnya dengan speaker karena speaker itu bisa saja jadi ikut rusak.
Yang pertamakali harus dilakukan adalah memeriksa dengan DC Voltmeter (AVO-meter pada posisi DCV 50) apakah di terminal keluaran untuk sambungan ke speaker terdapat tegangan DC atau tidak. Pemeriksaan dilakukan tanpa sinyal input, yaitu dengan pengatur volume berada pada posisi paling minimal dan ketika dilakukan pemeriksaan speaker harus dilepas.
Pada saluran keluaran ke speaker (titik X) tidak boleh ada tegangan DC meskipun kecil, harus nol Volt. Jika di situ terdapat tegangan DC maka berarti ada transistor-transistor akhir dan transistor driver yang telah rusak, perlu diperiksa satu persatu mana sajakah yang rusak untuk diganti dengan yang baru.
Bagi yang belum mengerti tentang pengetesan transistor (atau diode) dengan AVO-meter dapat mengikuti tulisan terkait, silahkan telaah dan pilih ulasannya dalam : Daftar Isi .
Transistor-transistor akhir yang rusak “short” akan meloloskan tegangan DC dari Vcc + atau Vcc - ke saluran speaker, apabila di situ dipasang speaker maka speaker akan teraliri arus DC yang cukup besar sehingga akan rusak.
Pengetesan dengan speaker yang terpasang hanya dilakukan apabila sudah dipastikan bahwa pada saluran speaker sudah tidak terdapat tegangan DC.
Pada amplifier yang “berkelas” biasanya dipasang rangkaian speaker-protector atau setidaknya sikring (fuse) pengaman di saluran speaker. Tetapi pada amplifier-amplifier murahan hal ini tidak diperhatikan.
Sang perancangnya mungkin berfikir : “Jika amplifier ini rusak maka speaker harus ikut rusak juga. Rusaklah bersama-sama!”

Kembali kepada gambar kedua di atas, menyertai kerusakan driver dan transistor-transistor akhir perlu juga diperiksa D4, D5, R13, R14, R15 dan R16 apakah ikut rusak atau tidak. Di beberapa rancangan power-amplifier OCL yang lain peran sensor panas D3, D4 dan D5 dilakukan oleh sebuah transistor. Transistor ini juga perlu diperiksa karena kerusakan yang parah pada tingkat akhir biasanya mengikut-sertakan transistor ini untuk ikut rusak.

Kerusakan ketiga adalah kerusakan yang sudah mengancam bagian power-supply.
Tidak cukup hanya dengan mengganti sikring/fuse yang putus dengan yang baru.
Komponen bagian power supply seperti transformator daya dan dioda-dioda penyearah perlu diperiksa juga, jika ada yang rusak diganti dengan yang baru karena bagian ini perlu diperbaiki terlebih dahulu.
Setelah itu bagian power-amplifier diperiksa. Kerusakannya tidak akan jauh dari seperti yang telah disebutkan di atas. Apabila kerusakan pada kedua bagian ini telah diperbaiki maka sikring-sikring bisa dipasang dan lalu dilakukan pengetesan dengan sumber AC 220V yang terhubung.

Kerusakan lain.
Ada kalanya bagian power-amplifier dipastikan tidak rusak, cara paling mudah misalnya dengan menyentuhkan ujung jari ke input power-amplifier.
Pada dua gambar contoh di atas ujung jari disentuhkan ke salah satu solderan kaki elektroda C1, maka pada speaker akan terdengar suara “hum” (dengungan).
Jika begitu maka berarti power-amplifier masih berfungsi dengan baik. Tetapi ini dilakukan hanya apabila telah dipastikan bahwa pada titik X memang tidak terdapat tegangan DC.
Namun apabila suara dari sumber sinyal audio tidak ada padahal power-amplifier masih bagus, kerusakan seperti ini bisa disebabkan oleh sambungan perkabelan atau pensaklaran input atau pensaklaran speaker yang tidak benar. Apabila semua itu setelah diperiksa ternyata tidak bermasalah, maka kemungkinan kerusakan terjadi pada tingkat depan, yaitu bagian tone-control. Rangkaian tone-control yang menerapkan IC bisa saja rusak dan ketika rusak yang terjadi akan seperti itu.

Rangkaian IC OCL.
Setiap rangkaian OCL mempunyai ciri khas menggunakan power-supply tegangan terbelah dan tidak menggunakan kondensator kopel dari titik X (titik tengah amplifier) ke speaker.

OCL TDA2050

Untuk mengetahui apakah sebuah IC OCL masih baik atau tidak, cukup ukur antara titik X-nya dengan ground menggunakan DCV, jika ternyata terdapat tegangan DC (besar atau kecil) maka dipastikan IC tersebut telah rusak dan perlu diganti. Begitu saja, lebih mudah langkah pemeriksaannya.
Gambar di atas memperlihatkan contoh skema rangkaian IC dalam konfigurasi OCL. Skema rangkaiannya diadopsi dari datasheet TDA2050 SGS Thomson.
Titik X berada pada pin 4. Untuk IC yang lain mungkin akan berbeda, tetapi di sinilah kuncinya...
Jika bisa mengenali manakah titik X di dalam sebuah rangkaian IC power-amplifier, sangat mudah untuk memastikan bahwa sebuah IC OCL itu telah rusak...

Happy repairing!

Perbaikan amplifier yang lainnya :
Memperbaiki Amplifier OTL
Memperbaiki Booster Amplifier Mobil .

Enter your email address to get update from Admin .
Print PDF
Next
« Next Post
Previous
Prev Post »

37 komentar

Malam pak, kalau R100 (R10 pada gambar diatas yg dekat dg dioda biasa 1n4148) terbakar kira-kira kerusakannya merambat kemana pak? soalnya saya punya ocl 150 stereo kasusnya seperti ini (sebelah kanan yg terbakar) gara-gara handle speaker 4 ohm yg diparallel. Terima kasih sebelumnya

Balas

Mungkin maksud bapak gambar (II) di atas ya?
Ada beberapa resistor dengan nilai resistansi 100 Ohm. R8 dan R9 mungkin saja terbakar apabila transistor Q4, Q5 dan Q6 rusak (short).
Kerusakan Q5 dan Q6 biasa disebabkan oleh rusaknya Q7 dan Q8 karena overload.
Jadi, semua transistor itu perlu diganti dengan yang baru, berikut resistor emitor R15 dan R16.
Apabila resistor 100 Ohm lainnya yaitu R7 juga terbakar, maka semua dioda D3, D4, D5 biasanya juga telah rusak.
Kerusakan akibat overload memang cukup parah pak, apalagi jika rangkaiannya seperti yang diperlihatkan pada gambar (II) di atas.
Tapi masih bisa diperbaiki kok, asalkan sabar mengerjakannya.
Selamat mengutak-atik pak...

Balas

Tepat sekali pak analisa bapak. Ada 2 tr yang rusak, 1 tr final mj2955 dan satu lagi tr C2001. Tapi untuk yang R saya belum periksa semuanya, nanti saya periksa semuanya. semoga aja tidak ada yang rusak.

Balas

mau tanya pa klo elco meletus

Balas

Di amplifier OCL elco besar hanya ada di bagian power-supply. Kalau elco itu meletus penyebabnya bisa karena dioda2 penyearah (bridge) rusak "short", kelebihan tegangan suplai, atau salah memasang polaritas.

Balas

pak tolong dibantu saya pemula saya punya ampli 150 mono elco saya ganti semua dengan elco 100 wat r 100 ganti r10 milar ganti 12k tr saya jemper pake resistor trus tr yg sendirian itu saya gnti tr 41 tru ampli gak ada suara tr 41 42 panas kira" dimana yg rusak ya pak

Balas

Hwaduh...informasinya sangat tidak jelas, saya hampir tidak bisa menangkap maksudnya. Coba diperjelas lagi supaya saya bisa bantu.
Terima kasih.

Balas

klo ampli g kluar bas cuma trible aja kira kira apanya ya pak

Balas

Amplifier yg lengkap dengan tone-controlnya atau hanya power-amplifiernya saja ya?
Rangkaiannya menggunakan transistor2 atau IC?

Untuk amplifier dengan tone-control :
1.Kemungkinan jalur sambungan untuk potentiometer pengatur bass ada yang lepas
2.Kondensator mika/mylar pada bagian pengatur bass ada yang tidak terkoneksi
3.Sambungan ground pada kabel input putus di dalam (jika ini yg terjadi, coba ganti kabel inputnya).

Untuk power-amplifier :
1.Sambungan ground pada kabel input putus di dalam
2.Kondensator "by-pass" di input inverting rusak. Pada tiga contoh rangkaian OCL yang diterakan di atas kondensator itu adalah C2.

Balas

makasi pak uda teratazi tpi R100 panas yg di TR 42 sma elco C6 suara g jernih bas agak geber trible mengecil kira kira apa yg harus saya ganti pak

Balas

Untuk mas Bejo, coba kasih gambaran rangkaiannya OCL-nya seperti apa, ya. Transistor akhir yg digunakan pakai type apa, transistor driver-nya apa, nilai dari R100 itu berapa Ohm, Tr42 itu type-nya apa, dan elco C6 itu berapa kapasitasnya...

Balas

mau tanya pak. saya punya rangkaian PA mono merk yiroshi. saya gunakan 2 PA untuk satu bok. sehingga bisa stereo (kanan dan kiri). saya juga menggunakan 1 buah trafo utk 2 PA ini. ketika saya masukkan input audio ke sebelah kiri, kok yang kanan juga ikut bunyi ? begitu pula sebaliknya. Jadi satu input bisa menyalakan 2 PA. Apanya yang salah ya pak ?

Balas

Mungkin pada kabel coax sambungan input ada yg terkelupas sehingga input L dan R jadi menyatu. Mungkin masalah solderan di bagian input kurang beres, misalnya ada serabut kabel yg ikut tersolder ke saluran lainnya, atau saluran ground untuk input tidak tersambung.
Biasanya masalahnya tidak jauh dari itu.
Jika semua saluran sudah diperiksa dan ternyata beres, periksa juga sambungan2 input dan output tone-control (jika ada) atau kabel penghubung antara amplifier dgn sumber sinyal.

Balas

pak ampli saya skarang suaranya kdag jernih kadag gak, kdag dbasnya kdag dtriblenya kdang ada suara nger nger tpi plan kira kira gimana mngatasinya pak

Balas

mohon pencerahannya pak,
power 1200 waat sering terbakar sekringnya dan setelah di periksa ternyata TR C5200 dan A1943 jebol, suda diganti tetapi jebol kembali jika volumenya agak dikencangkan, sebelumnya terima kasih untuk jawabanya.

salam

Balas

Coba check yg berikut ini :
1.Speaker (termasuk midrange atw tweeter jika ada), apakah bermasalah?
2.Kondensator kecil antara basis dan kolektor transistor buffer, kalau di gambar (i) dan (ii) kondensator itu adalah C3.
3.Transistor2 driver, mungkin ada yang sudah bocor C-E nya
4.Tegangan power supply yg dipakai, apakah levelnya tidak ketinggian dan apakah masih simetrik?

Nah, coba dulu deh...

Balas

permisi pak..
Saya punya tape polytron BB 455K.
saat saya hidupkan dengan speaker 12 dan 10 inci sepasang tidak ada masalah.
tapi kalau saya hidupkan dengan speaker 15inci sepasang. tiba2 suara hilang tapi lampu indikator tetap nyala. lalu saya matikan dan hidupkan kembali. bisa nyala lagi, tapi ndk lama kemudian hilang lagi.
itu kenapa ya pak....?? mohon pencerahannya.

Balas

numpang tanya ni mas.
saya punya tape polytron BB455K.
waktu saya hidupkan dengan speaker 12 inci ndk ada masalah.
tapi kalau saya hidupkan dengan speaker 15 inci. tiba tiba hilang suara. indikator tetap nyala.
saya matikan dan hidupkan kembali. nyala lagi. tapi ndk lama suara hilang lagi.
itu kenapa ya mas...??? mohon pencerahannya.

Balas

Mungkin impedansi (ukuran Ohm) speaker yg 15 inch lebih kecil dari speaker yg 10 atau 12 inch. Gunakan speaker dengan impedansi yg sesuai dengan ketentuan output amplifier pada tape tsb.

Balas

pak sandi boleh minta kontaknya pak...saya punya ampli audiobose saya setting di posisi bridge sempat 3x mati mendadak karena kelebihan bass saya restart ulang kembali normal,tp kemarin terulang kejadiaan yang sama setelah saya restart power hidup namaun dispiker hanya melantunkan nada 1 detik saya,kira komponen yg harus di priksa di bagian apa saya pak,terimakasih pak sandi

Balas

Untuk menghubungi saya via email bisa melalui CONTACT-US.
Selain tidak boleh kelebihan level input, amplifier (apapun) tidak boleh dibebani speaker berlebihan atau yg berimpedansi di bawah ketentuannya. Misalnya ketentuannya menggunakan speaker 4 Ohm tapi dibebani dengan 2 sub-woofer paralel yg masing2nya 4 Ohm, hasilnya menjadi 2 Ohm. Speaker itu ibarat resistor, lihat tentang ketentuan ini dalam tulisan : Resistor.
Check di bagian speaker dulu, pastikan impedansi speakernya tepat dan speaker memang masih OK (belum rusak).
Jika speaker OK, buka ampli dan teliti solderan2nya, terutama solderan2 di bagian power supply dan solderan2 transistor akhir. Selebihnya, silahkan ikuti langkah pemeriksaan seperti yg diterangkan di tulisan ini.
Terima kasih kembali, Wira. Selamat mencoba.

Balas

pak Sandi, mau tanya. speaker aktif saya polytron pas 68, kalau volume suara ninaikkan >= 50%, suara jadi sember dan mati sejenak lalu nyala lagi. klau dilhat solderan komponennya gak ada yg retak atau copot. diukur tegangan out psnya drop hingga 16 volt. kalau volume suara dibawah 50% speaker tampak normal dan tegangan out power supplaynya terukur 30volt. apanya y pak yg bermasalah?. mohon pencerahannya y pak.

Balas

Suara sember dan mati sejenak menandakan bahwa kemampuan power-ampli nya sudah mentok maksimal. Jika sumber sinyal input (DVD/mp3 atau yg lainnya) levelnya tinggi, maka volume tidak sampai diputar maksimal tapi power-amplinya sudah overload. Kadang hal seperti ini wajar saja. Tapi untuk memastikan wajar atau tidak, coba check elco besar yg ada di PS-nya, elco yg sudah bermasalah bisa menyebabkan tegangan terlalu drop.
Juga check dioda2 penyearah di PS satu persatu.
Begitu Edy. Coba dulu ya...

Balas

pak mohon bantuannya.pa saya 600wt gajah.jika dihidupkan keluar teganga 1,5v dan berdengung.cek tr final ok,cek tr tip ok,cek tr bd ok,cek tr bc ok.. apa mungkin ic nya pak

Balas

Saya belum tahu rangkaiannya seperti apa. Apakah dengung itu ada menyertai sinyal audio/suara musik dari ampli? Atau hanya dengung saja?
Tegangan 1,5V itu bisa jadi adalah tegangan dengung yang terukur, bukan tegangan DC karena adanya kerusakan komponen.
Penyebab dengung macam2, di antaranya :
1.masalah power-supply.
Dioda2 penyearah (atau dioda bridge) harus dipastikan tidak ada yang rusak.
Elco2 filter di power-supply perlu di-cek, mungkin ada salah satu yg sudah menurun kapasitasnya.
2.masalah sambungan ground.
Lihat contoh rangkaian di gbr (I). Ground untuk C5 (kondensator by-pass pencegah osilasi) harus tersambung sedekat mungkin dgn sambungan ground untuk speaker dan ground power-supply (jalur 0V). Sedangkan ground untuk C2, R1 dan ground input, harus tersambung agak jauh dari mereka.
Ketika melakukan pengetesan penyambungan ground, lepaskan dulu sambungan dari tone-control.

Balas

gan saya mau tanya,ampli saya kalo dinyalakan pertama normal,lama"suaranya kresek"tidak karuan,tapi kalo dicabut lalu dinyalakan kembali,jelas lagi tapi lama"juga kresek"kembali,kira"kalo boleh tau ampli saya kena penyakit apaya hehehehe,thanks...

Balas

Mungkin ampli Aldo kena penyakit bengek, he..he..he..
Harus dipastikan dulu bahwa masalahnya memang dari power-ampli, bukan dari bagian sebelumnya seperti tone-control atau pre-amp.
Gejala seperti itu sering terjadi jika ada salah satu elco yg sudah kurang bagus. Kalau di contoh rangkaian (i) dan (ii) di atas elco2 itu adalah C2 dan C4. Coba aja ganti elco2 yg ada di seputar power-ampli dgn yg baru.

Balas

mau tanya pak
kenapa yah ampli sayah pertama star suara normala namun gak sampai satu menitan suara jadi kecil dan hilang itu, trus di matiin di nyalain ada lagi ga lama gitu lagih kira kira kerusakan nya dimana yah

Balas

Itu bisa disebabkan adanya kondensator yg kurang beres. Lihat contoh gambar skema (i) dan (ii), coba ganti kondensator semisal C1, C2, dan C4.

Balas

maaf pak mau nanya saya punya driver power sanken 400 watt stereo yg sudah terpasang tone control dan gallaxy , yg mau saya tanyakan yg bagian R kok kluar suara dengung & bunyi dengungnya mengikuti potensi volume(smakin besar potensi dibuka dengungnya makin keras) tp masih bunyi masih ada suara , tp yg bagian L bunyi normal gk ada dengung, itu msalahnya dimana ya pak ?
trimakasih atas bantuannya

Balas

Biasanya yg seperti itu hanya permasalahan grounding aja. Ampli rakitan yg dirakit oleh orang yg kurang banyak pengalaman sering mengandung dengung, sedikit atau banyak.

Balas

ow gitu ya pak oke pak trimakasih atas bantuannya, memang betul pak saya masih baru coba coba pegang soder jadi sudah pasti tentu kurang pengalaman sebab itulah saya bertanya sama bapak andai saya sudah mahir & banyak pengalaman kan gk perlu tanya masalah sepele sperti itu mnurut bapak, hehehehe.... makasih banyak pak atas waktu & bantuannya

Balas

Sama2 pak Andre, nggak usah kecil hati, terus saja pelajari segala sesuatunya. Orang2 yg sudah berpengalaman pun sebelumnya para pemula juga kok. He..he..

Balas

Untuk pertanyaan2 terakhir :
Semua masalah yg disebutkan sebenarnya menggambarkan adanya kerusakan pada ampli. Adanya dengung, R atau transistor overheat/terbakar dll... Mohon dibaca ulang dgn teliti tulisan artikel di atas, karena kerusakan2 ampli OCL berkisar tdk jauh dari itu meskipun tanda2nya kadang berbeda dgn apa yg sudah disebutkan.
Jika ada komponen yg terlihat rusak, kadang kerusakannya tdk hanya sebatas yg terlihat rusak saja, karena itu perlu memeriksa komponen lainnya juga seperti transistor driver, transistor power (final), resistor2 di emitor driver atau transistor final, dll.
Mohon maaf jika tdk semua keluhan kerusakan bisa saya jawab satu persatu karena terlalu banyaknya padahal permasalahannya tdk jauh dari apa yg telah diulas di tulisan di atas.
Terima kasih.

Balas

Gan mau nanya paower saya ocl 150 wt dengan doble tr final 3055 dan 2955,,,prblem nya power suply yg + droop bang to yg - tidak mslah diapanya y?

Balas

Sepertinya ini masalah power-supply. Periksa dioda2 penyearah pada power-supply dan cek kondensator2 besar untuk filter tegangannya.

Balas

malam pak.. mau tanya. power saya output ke speaker nya kabel plus nya antara L dan R tadi nyambung pak.. stelah itu suaranya hilang.. tinggal dengung aja . apa yg harus saya ganti komponen nya.. trimakasih

Balas

Silakan komentar dengan IDENTITAS YANG JELAS dan tidak menyertakan live-link atau spam.

Contact form

Name

Email *

Message *

Copyright © 2013. Elektronika Spot - All Rights Reserved | Template Created by Kompi Ajaib Proudly powered by Blogger