logo blog
Blog Elektronika Spot
Pastikan untuk tidak melewatkan artikel yang mungkin anda ingin simak dengan melihat :Daftar Isi
Terima kasih atas kunjungan Anda, semoga bermanfaat.

Penyearahan Dioda Bridge

Advertisement

Penyearahan Gelombang Penuh Dengan Dioda Bridge

Dioda bridge adalah empat dioda penyearah yang disusun sebagai rangkaian “jembatan” sedemikian rupa di mana terdapat dua terminal untuk masukan tegangan AC dan dua terminal keluaran, yaitu terminal keluaran + (positif) dan terminal keluaran – (negatif).
Dioda bridge telah tersedia dalam bentuk satu packing DIL (dual in line) atau SIL (single in line) yang mempunyai empat elektroda, namun bisa juga disusun dari empat dioda terpisah.
Dioda bridge memang khusus dibuat untuk penyearahan gelombang AC dan hasilnya adalah sebagaimana pada penyearahan gelombang penuh.
Proses penyearahan oleh dioda bridge agak berbeda dengan proses penyearahan gelombang penuh yang menggunakan dua dioda dari transformator CT, sebagaimana yang telah diulas di dalam tulisan sebelumnya. Secara singkat mungkin bisa dijelaskan sebagai berikut :

bridge rectifier

Gambar (A) adalah skema rangkaian penyearahan gelombang penuh dengan dioda bridge.
R1 merupakan beban (load) yang akan menarik arus dari tegangan hasil penyearahan.
Beban ini memang selalu disertakan, sebab semua catu-daya (power-supply) yang dibuat atau yang sedang dipelajari untuk dibuat adalah untuk digunakan dengan diberikan beban.

Tegangan AC diambil dari gulungan transformator 0-10V (besar tegangan di sini hanya contoh).  Pada satu putaran (cycle) gelombang yang terdiri dari satu denyut tegangan positif dan satu denyut tegangan negatif, bagian denyut tegangan positif diluluskan (dihantarkan) oleh D1 dan disalurkan ke jalur + positif VDC. Denyut tegangan positif itu lalu mengalir melewati R1 dan lalu dihantarkan oleh D3 hingga berakhir di terminal 0V transformator (lihat gambar B).
Bagian denyut tegangan negatif diluluskan oleh D2 dan disalurkan ke jalur – negatif VDC. Dan denyut tegangan negatif itu kemudian mengalir melewati R1 dan lalu dihantarkan oleh D4 hingga berakhir di terminal 0V transformator (lihat gambar C).
Demikianlah, pada jalur + positif VDC muncul denyut tegangan positif dan setelah itu pada jalur – negatif VDC muncul denyut tegangan negatif yang keduanya sama-sama berakhir di 0V transformator secara bergantian.
Proses itu berlangsung terus-menerus setiap kali terjadi putaran gelombang.

Sebenarnya setelah muncul denyut positif di jalur + positif VDC maka setelah itu jalur + positif VDC itu kosong dari denyut hasil penyearahan. Akan tetapi bersamaan dengan kosongnya jalur + positif VDC dari denyut, pada jalur – negatif VDC muncul denyut tegangan negatif.  Keadaan ini sebanding (bisa disamakan) dengan munculnya denyut-denyut positif di jalur + positif VDC tanpa ada kekosongan sedangkan di jalur – negatif VDC dianggap kosong dari denyut. Karena itulah hasil penyearahan dioda bridge dikategorikan juga sebagai hasil penyearahan gelombang penuh.
Mengenai besaran-besaran Vmax, V-average, I-average, prosentase ripple dan lain-lain beserta perhitungan-perhitungannya sama saja dengan penyearahan gelombang penuh yang telah diulas sebelumnya, untuk lebih jelas bisa disimak dalam : Penyearahan Gelombang Penuh .

Cara penyearahan dengan dioda bridge dilakukan untuk mendapatkan hasil penyearahan gelombang penuh sedangkan tegangan AC yang diambil berasal dari sekunder transformator tipe nol (0V), yaitu transformator yang tidak mempunyai terminal CT (center-tap) pada gulungan sekundernya.
Cara ini paling banyak diterapkan dan hampir semua peralatan elektronik yang di dalamnya terdapat “switching mode power-supply” selalu didahului dengan penyearahan dioda bridge.
Membangun catu-daya dengan penyearahan dioda bridge adalah membangun catu-daya dengan penyearahan gelombang penuh. Karena itu perhitungan untuk keperluan kondensator perata sehubungan dengan arus beban ataupun yang lain-lainnya adalah sama, sebagaimana dalam penyearahan gelombang penuh.
Tentang ini telah dibahas dalam : Penyearahan Gelombang Penuh Dengan Kondensator Perata.

Sampai pada tulisan ini mudah-mudahan telah jelaslah pokok-pokok yang perlu dipaparkan tentang penyearahan gelombang dari AC ke DC oleh dioda-dioda penyearah.

Happy learning!
Enter your email address to get update from Admin .
Print PDF
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

Silakan komentar dengan IDENTITAS YANG JELAS dan tidak menyertakan live-link atau spam.

Copyright © 2013. Elektronika Spot - All Rights Reserved | Template Created by Kompi Ajaib Proudly powered by Blogger