Search
logo blog
Blog Elektronika Spot
Pastikan untuk tidak melewatkan artikel yang mungkin anda ingin simak dengan melihat :Daftar Isi
Terima kasih atas kunjungan Anda, semoga bermanfaat.

Skematik Power-Amplifier Beberapa Merek

Advertisement

Inilah skematik bagian power-amplifier dari beberapa merek ampli’ vintage seperti Tamon, Lander, Aurex dan Polytron. Skematik rangkaian ini dimaksudkan untuk panduan reparasi, karena data tentang beberapa merek tersebut dengan model-model tertentunya konon tergolong sulit ditemukan.
Skematik rangkaian bagian power-amplifier ini saya ambil dari catatan pribadi yang masih tersimpan di tumpukan-tumpukan kertas, lalu disalin ke format GIF.
Yang dicatat memang hanya bagian power-amplifiernya saja, karena bagian inilah yang paling sering mengalami kerusakan dan sering memerlukan data rangkaian berikut nilai-nilai komponennya ketika melakukan reparasi.
Simak dokumentasi teknik tentang cara memperbaiki amplifier dalam : Memperbaiki Power-amplifier OCL

tamon_a-2600

Gambar di atas adalah rangkaian po-amp amplifier Tamon model A-2600. Daya keluarannya sekitar 20W pada beban speaker 8Ω.
Dua transistor depan menggunakan tipe 9484. Ini transistor yang langka, namun dalam banyak penerapan transistor ini masih bisa diganti dengan tipe S9015. Dan di bagian buffer-amp. digunakan tipe 9434 yang dapat saja diganti dengan S9013 atau MPS3569.
Power-driver transistor menggunakan MPS3569 dan MPS4355, atau 2N3569 dan 2N4355. Tipe ini tidak masalah karena secara umum termasuk transistor klasik yang masih tersedia di pasaran.
Yang agak langka mungkin transistor akhir, yaitu D314. Namun tipe ini bisa diganti dengan tipe D313.
Tentang tipe pengganti sebagian transistor bisa dilihat lebih lengkap dalam : Daftar Transistor Ekivalen

lander_la-2030

Gambar selanjutnya di atas memperlihatkan skematik po-amp dari amplifier Lander model LA-2030. Daya keluarannya sekitar 35W...40W pada beban speaker 8Ω.
Trimpot 100Ω menyetel suplai arus untuk untaian differential-amp C2240. Jika tidak ingin repot, trimpot ini bisa saja diganti dengan sebuah resistor 62Ω atau 68Ω.
Trimpot 220Ω menyetel arus stasioner transistor akhir D718 – B688 sebesar 25mA. Penyetelan sebaiknya tepat, sebab arus stasioner yang terlalu besar akan menyebabkan transistor cepat panas sehingga mudah rusak. Transistor C1627 perlu menempel rapat di heatsink/pendingin agar fungsi kompensasi panas karena arus yang membesar dapat berjalan normal.

polytron_big-band_amplifier

Gambar di atas adalah skematik po-amp dari deck-amplifier Polytron Big band. Daya keluaran max. sekitar 40W. Rangkaiannya sederhana dan menggunakan parts umum yang banyak beredar di pasaran.
Trimpot 1k menyetel arus stasioner transistor akhir pada sekitar 20mA.

aurex_amplifier

Selanjutnya adalah skematik bagian po-amp dari amplifier Aurex, modelnya tidak diketahui (tidak tercatat). Daya keluarannya sekitar 50W...60W pada beban speaker 8Ω.
Trimpot 300Ω disetel untuk arus stasioner transistor akhir sebesar kira-kira 25mA.
Demikianlah ulasan skematik power ampifier beberapa merek. Jika ada lagi, mungkin nanti akan diposting lagi.

Happy repairing!

Enter your email address to get update from Admin .
Print PDF
Next
This is the current newest page
Previous
Prev Post »

Silakan komentar dengan IDENTITAS YANG JELAS dan tidak menyertakan live-link atau spam.

Contact form

Name

Email *

Message *

Copyright © 2013. Elektronika Spot - All Rights Reserved | Template Created by Kompi Ajaib Proudly powered by Blogger