logo blog
Blog Elektronika Spot
Pastikan untuk tidak melewatkan artikel yang mungkin anda ingin simak dengan melihat :Daftar Isi
Terima kasih atas kunjungan Anda, semoga bermanfaat.

DC-Regulator Tegangan Simetrik

Advertisement

DC regulator dengan tegangan keluaran + (positif), - (negatif), serta 0 (nol Volt atau ground) adakalanya diperlukan.
Rangkaian penguat OCL kelas A, sirkit-sirkit digital, atau rancangan-rancangan khusus tertentu seringkali memerlukan DC regulator jenis ini.
DC-regulator simetrik ini bukanlah sekedar power-supply tegangan simetrik biasa. Tegangan yang dikeluarkannya adalah tegangan positif dan negatif stabil dengan kerut dengung yang sangat kecil. Bandingkanlah dengan power-suply tegangan simetrik konvensional sebagaimana yang telah diulas dalam : Power-supply tegangan terbelah .

Apa yang akan dikemukakan berikut ini adalah DC regulator tegangan simetrik untuk beberapa level tegangan, yaitu + – 5V, 6V, 9V, 12V, dan 15V dengan arus maksimal 1A.

regulator_simetrik

Pada gambar (A) tampak rangkaian dasar regulator simetrik dengan IC 78XX dan 79XX untuk arus maksimal 1A. Membuat regulator dengan melibatkan keluarga IC 78XX dan 79XX terasa lebih mudah, hasilnya pun lebih baik. Tentang kedua jenis keluarga IC itu, silakan simak ulasan khususnya dalam : Keluarga IC regulator 78XX dan 79XX .

Tabel komponen yang digunakan adalah sebagai berikut :

tabel_komponen_regulator

Lihatlah pada tabel, untuk tegangan keluaran +Vout dan –Vout 5V tegangan transformator yang digunakan (pada X - CT - X) adalah 9V-CT-9V, IC1 menggunakan 7805, IC2 menggunakan 7905, R1-R2 = 390Ω, C5-C6 = 330µF/10V,
Untuk tegangan keluaran +Vout dan –Vout 6V tegangan trafo yang digunakan adalah 9V-CT-9V, IC1 = 7806, IC2 = 7906, R1-R2 = 390Ω, C5-C6 = 330µF/10V,
Dan seterusnya....
Ketika melakukan perakitan, C3, C4, C5 dan C6 perlu dipasang sedekat mungkin dengan IC agar terhindar dari kemungkinan terjadinya osilasi.

Dalam banyak hal, tegangan keluaran yang dihasilkan oleh regulator ini dapat juga digunakan untuk keperluan tegangan standar peralatan elektronik yang menggunakan baterai. Sebagai contoh jika tegangan yang diperlukan adalah 4,5V maka tidak masalah menggunakan tegangan keluaran regulator 5V, karena baterai 4,5V ketika sedang dalam kondisi “full” tegangan tertingginya sekitar 5V. Begitu juga untuk tegangan 7,5V, boleh memakai tegangan keluaran 8V.

Untuk versi arus yang lebih besar hingga 5A, silakan simak : Regulator simetrik 5A .

Keep happy Soldering!

Enter your email address to get update from Admin .
Print PDF
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

Silakan komentar dengan IDENTITAS YANG JELAS dan tidak menyertakan live-link atau spam.

Copyright © 2013. Elektronika Spot - All Rights Reserved | Template Created by Kompi Ajaib Proudly powered by Blogger