logo blog
Blog Elektronika Spot
Pastikan untuk tidak melewatkan artikel yang mungkin anda ingin simak dengan melihat :Daftar Isi
Terima kasih atas kunjungan Anda, semoga bermanfaat.

Memperbaiki Tape Recorder

Advertisement

radio tape-recorder
Memperbaiki radio-tape recorder umumnya tidaklah terlalu sulit. Radio-tape recorder seringkali dijadikan sarana untuk latihan mereparasi peralatan elektronik bagi para montir pemula.
Meskipun tekhnologi pita rekaman sudah dianggap usang, tetapi fasilitas dan kelebihan yang lainnya membuat radio-tape recorder banyak yang dirasakan masih sangat layak untuk diperbaiki.
Jadi, sebenarnya manfaatnya masih tetap ada.
Dua seri tulisan akan mengulas langkah-langkah perbaikan radio-tape recorder tentengan (portable) secara praktis. Tulisan dipecah menjadi dua bagian karena mungkin akan terlalu panjang.
Khusus pada bagian tulisan ini mengulas tentang perbaikan “tape-recorder”.
Perbaikan untuk bagian radio diulas dalam lanjutannya : Memperbaiki Radio AM - FM .

Contoh yang dikemukakan diharapkan dapat mewakili kebanyakan dari bagian tape recorder yang banyak beredar.

Skema blok tape-recorder beserta penjelasannya .
Ada beberapa bagian utama pada tape recorder pada umumnya seperti diperlihatkan pada gambar berikut ini :

radio-tape recorder

Bagian tape-recorder adalah bagian yang difungsikan ketika saklar/switch “function” berada pada posisi “tape”. Pada posisi itu input power-amplifier (biasanya didahului di dalamnya dengan rangkaian tone-control/equalizer sederhana) diarahkan untuk tersambung kepada output rangkaian head pre-amp, sedangkan jalur B+ (suplai tegangan positif dari power-supply) dihubungkan ke sebuah leaf-switch yang terdapat pada bagian mekanik.
Pada posisi tape, power-amplifier (po-amp) umumnya tidak langsung mendapatkan suplai tegangan dari power-supply, tetapi melalui leaf-switch terlebih dahulu. Begitu juga motor DC dan rangkaian head-pre-amp. Tetapi sebagian rancangan tape-recorder ada juga yang menerapkan pemberian tegangan suplai kepada unit po-amp ketika function-switch sudah ditaruh pada posisi tape.
Ketika kontak leaf-switch terkoneksi karena salah satu tombol pengaktif pada mekanik ditekan (play, record, fast-forward atau rewind) maka rangkaian po-amp akan mendapatkan suplai tegangan bersama dengan motor DC dan rangkaian head pre-amp. Bagian tape-player pun serentak bekerja.
Khusus pada penekanan tombol play, head akan turun dan menempel pada pita kaset yang bergerak perlahan karena digulung maju dengan kecepatan motor DC yang stabil. Head memungut medan magnetisme yang terekam pada pita kaset yang perubahan-perubahannya merupakan bentuk perubahan-perubahan pada sinyal ac suara.
Sinyal ac suara dengan level yang sangat kecil yang telah dipungut oleh head kemudian diberikan kepada pre-amp untuk diperkuat, lalu diteruskan ke po-amp hingga akhirnya diperdengarkan oleh speaker.

Apabila tombol mekanik yang ditekan adalah tombol “record”, maka semua bagian tape-recorder akan mendapatkan suplai tegangan sebagaimana ketika play, namun bedanya switch play-record (switch memanjang dengan pin sambungan yang banyak, biasanya terdapat pada papan rangkaian utama) juga ikut tertekan sehingga mengubah beberapa kontak/koneksi, antara lain :
  • Pengambilan sinyal input pre-amp berubah dari head ke mic
  • Penyaluran output pre-amp berubah. Jika sebelumnya output pre-amp tersalurkan ke tone-control, kini berubah ke head (play/record head). Di sini head menginduksikan sinyal suara yang diterimanya untuk mempengaruhi medan magnet pita kaset agar terekam di pita.
  • Sirkit umpan balik untuk equalisasi sinyal berubah
  • Pada tape-recorder yang menerapkan penghapusan awal medan magnetisme pita dengan tegangan DC atau dengan sinyal frekwensi tinggi yang diinduksikan ke head penghapus (eraser-head), head penghapus mendapatkan masukan untuk menghapus pita melalui pensaklaran switch play-record.
Kerusakan umum tape recorder .
Di antara kerusakan-kerusakan yang sering terjadi pada tape-recorder adalah :
1. Mati total (power tidak ada)
2. Power ada (Led indikator menyala) tetapi tidak ada suara
3. Suara dari kaset terdengar tumpul dan kecil, kadar treble sangat sedikit
4. Suara dari kaset mengayun tidak stabil atau bahkan melambat
5. Hasil rekaman buruk

tape recorder back-insidee

Kerusakan pada poin pertama dapat disebabkan karena fuse (sikring) di dekat transformator putus, atau transformatornya yang sudah rusak. Cara memeriksanya adalah dengan menempelkan kedua tuas AVO-meter (di-set pada Ohm X10) kepada dua pin koneksi “AC-in” yang berada di bagian belakang (lihat gambar (A) di atas).
Apabila jarum AVO-meter bergerak berarti sikring atau trafo masih baik. Jika tidak bergerak mungkin sikring atau transformator sudah rusak dan perlu diganti.
Pastikan mana yang rusak dan harus diganti.

Kerusakan pada poin kedua dapat disebabkan rusaknya IC po-amp. Bentuk IC po-amp bisa bermacam-macam, kadang berbentuk SIL, DIL, Pentawatt atau yang lainnya. Namun ciri khas IC po-amp ini adalah selalu memerlukan keping pendingin (heatsink) kecuali model tertentu yang berbentuk DIL. Ciri lainnya adalah bahwa dari rangkaiannya terdapat kabel sambungan ke speaker.
Kebanyakan tape-recorder menggunakan IC po-amp sistem OTL, sebagian lagi menerapkan sistem BTL, yaitu dua po-amp OTL yang dirangkai sebagai penguat bridge untuk mendapatkan power suara yang lebih besar.
Untuk memeriksa kerusakan sistem OTL telah dibahas pada tulisan lainnya, silahkan ikuti dalam : Memperbaiki amplifier OTL .

Kemungkinan lain kerusakan poin kedua adalah speaker yang mati. Speaker bisa ditest dengan menggunakan AVO-meter pada Ohm X1. Speaker yang mati tidak akan menghasilkan penunjukkan angka Ohm tertentu pada jarum AVO-meter.

Kerusakan pada poin ketiga biasanya disebabkan oleh kondisi head yang memburuk. Jika bagian permukaan head yang menempel pada pita kaset masih bisa dibersihkan, maka sebaiknya dibersihkan saja untuk mendapatkan suara yang kembali normal. Namun jika sudah tidak bisa lagi maka head harus diganti dengan yang baru.

mekanik tape player

Kerusakan pada poin keempat dapat disebabkan oleh karet yang menghubungkan roda besar dengan motor DC pada mekanik sudah mengendur. Gantilah karet ini dengan yang baru dan lalu perhatikan hasilnya. Jika ternyata belum membawa perbaikan maka roll-press sebaiknya diganti juga.
Apabila setelah karet dan roll-press diganti tetapi belum membawa perbaikan maka kemungkinan besar motor DC sudah rusak.
Gantilah motor DC dengan yang sebanding, perhatikan arah putarannya (ke kanan atau ke kiri).

Kerusakan pada poin kelima dapat disebabkan oleh mic yang sudah jelek. Mic internal biasanya menggunakan jenis “condenser-mic”. Gantilah mic kemudian test dan perhatikan hasilnya. Jika hasilnya masih belum baik maka kemungkinan besar switch play-record sudah mengalami kerusakan (induksi atau diskoneksi di beberapa bagian). Switch perlu diganti dengan type atau model yang sama.
Perlu dicatat bahwa kerusakan pada multi-switch play-record yang berekses kepada hasil perekaman yang jelek umumnya sudah terlihat pula pada saat play. Kadang-kadang suara mendadak berdesis atau kadang-kadang suara terdengar cacat, meskipun ini terjadi hanya sesekali saja. Itu sudah menandakan bahwa kondisi switch play-record sudah memburuk.

Happy repairing!

Enter your email address to get update from Admin .
Print PDF
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

Silakan komentar dengan IDENTITAS YANG JELAS dan tidak menyertakan live-link atau spam.

Copyright © 2013. Elektronika Spot - All Rights Reserved | Template Created by Kompi Ajaib Proudly powered by Blogger