logo blog
Blog Elektronika Spot
Pastikan untuk tidak melewatkan artikel yang mungkin anda ingin simak dengan melihat :Daftar Isi
Terima kasih atas kunjungan Anda, semoga bermanfaat.

Sel Surya (Solar Cell) Dari Komponen Elektronik

Advertisement

Beberapa komponen/parts elektronik ada yang bisa mengeluarkan tegangan listrik ketika disinari dengan cahaya matahari. Dua di antaranya adalah transistor dan LED infra merah.

solar cell transistor dan dioda

Sel surya (solar-cell) dari transistor silikon
Transistor berbahan silikon seperti BC141 atau 2N3055 mempunyai “junction” (pertemuan antar lapisan silikon) internal yang bisa menghasilkan tegangan DC ketika tersinari dengan cahaya matahari. Apabila tutup atas transistor itu dibuka (dengan cara digergaji atau yang lainnya) lalu bagian dalam transistor itu disinari dengan cahaya matahari, maka di antara basis dengan emitor/kolektornya akan muncul tegangan sekitar 0,7V. Arus yang dihasilkannya berkisar antara 5...100µA, tergantung kuat cahaya yang menyinarinya.
Kepada kebanyakan dari transistor modern bisa dilakukan hal ini, akan tetapi perlu berhati-hati terhadap transistor-transistor produksi lama (transistor germanium) karena biasanya mengandung bahan beracun berupa campuran oksida-berilium.
Bahan ini digunakan pada transistor-transistor tua (terutama transistor frekwensi tinggi) karena bersifat sebagai penghantar panas yang sangat baik namun juga sebagai isolator yang cukup bagus. Pada masa-masa belakangan oksida-berilium diganti dengan bahan-bahan yang lebih baik.

Sel surya (solar-cell) dari LED infra merah
LED infra merah adalah LED yang biasa terdapat pada remote-control. Normalnya, LED ini bekerja dengan mengeluarkan cahaya infra merah (yang tidak terlihat oleh mata) ketika padanya diberikan tegangan DC. Namun ternyata sebaliknya LED ini juga bisa mengeluarkan tegangan DC jika terkena cahaya yang kuat. Apabila LED ini ditaruh di bawah sinar matahari dengan posisi yang tegak, maka pada anoda dan katodanya akan muncul tegangan DC sekitar 1V. Tegangan akan maksimum apabila arah jatuh cahaya tegak lurus menimpa LED. Pada arah jatuh cahaya yang tidak tegak lurus maka LED juga tidak mengeluarkan cahaya yang maksimum.

Di sini memang bukanlah bermaksud untuk mengemukakan sebuah ide untuk membuat solar-cell dari transistor atau LED infra merah yang akan dijadikan sebagai sumber energi listrik alternatif. Tegangan dan arus yang dihasilkannya sangat minim sekali dan tidak mungkin untuk dijadikan sebagai sumber tenaga kelistrikan meskipun harus disusun dari puluhan bahkan ratusan transistor dan LED infra merah sekalipun.
Apa yang diulas di sini hanyalah sebagai bahan pengetahuan sehingga bisa dilihat juga di sini bahwa dari sifar-sifat transistor dan LED Infra merah yang sedemikian itu maka kedua komponen elektronik itu sebenarnya bisa juga dimanfaatkan sebagai foto dioda, yaitu dioda yang menghantarkan tegangan ke satu arah apabila ia terkena cahaya. Kuatnya hantaran penyearahan dioda tergantung dari intensitas cahaya yang mengenainya.
Foto dioda seringkali diperlukan pada rancangan rangkaian kontrol berdasarkan pencahayaan.
Begitulah kemungkinan pemanfaatannya...

Happy learning!


Tulisan lain sehubungan dengan transistor dan dioda :
Mengenal transistor
Mengenal Dioda .

Enter your email address to get update from Admin .
Print PDF
Next
« Prev Post
Previous
This is the oldest page

Silakan komentar dengan IDENTITAS YANG JELAS dan tidak menyertakan live-link atau spam.

Copyright © 2013. Elektronika Spot - All Rights Reserved | Template Created by Kompi Ajaib Proudly powered by Blogger