logo blog
Blog Elektronika Spot
Pastikan untuk tidak melewatkan artikel yang mungkin anda ingin simak dengan melihat :Daftar Isi
Terima kasih atas kunjungan Anda, semoga bermanfaat.

Memperbaiki Power-Supply TV Yang Menggunakan IC (2)

Advertisement

Seri Perbaikan TV (6b), Perbaikan kerusakan power supply TV yang menggunakan IC SMPS driver 2.

tda4605 smps circuits

Ini adalah kelanjutan dari tulisan sebelumnya : Seri perbaikan TV (6a), Pebaikan kerusakan power-supply TV yang menggunakan IC SMPS-driver 1 .

Gambar di atas memperlihatkan contoh lain skema rangkaian SMPS TV dengan IC SMPS driver (SMPS-control). Penjelasan rangkaian ini juga telah diulas di dalam tulisan sebelumnya : Pengenalan rangkaian IC SMPS TV .

Kerusakan-kerusakan yang sering terjadi pada rangkaian seperti ini adalah :
1.Tegangan keluaran +120V (atau 115V) turun
2.Tegangan keluaran lainnya (14V, 16V, atau 24V) ada yang turun atau bahkan hilang (nyaris nol Volt)
3.Mati total.

Kerusakan pada poin kedua berefek gambar tidak penuh serta gambar agak bergetar atau bergoyang-goyang sedangkan penangkapan antena bagus. Sebagaimana umumnya kerusakan yang seperti ini, tidak lain disebabkan oleh elco filter di jalur tegangan keluaran +120V telah rusak. Kapasitasnya 220/160 (220uF/160V), tetapi adakalanya elco filter ini diperankan oleh dua elco 100/160 yang dipasang paralel dengan dibatasi sebuah induktor. Elco yang paling sering rusak biasanya adalah yang terhubung langsung dengan dioda penyearah D5.
Jika elco filter ini dicurigai rusak, perlu dicabut untuk dilakukan pengetesan karena kerusakannya tidak selalu terlihat secara fisik di mana bagian atasnya menggembung.

Kerusakan pada poin kedua bisa menyebabkan efek macam-macam seperti tidak ada suara (kalaupun ada suara kecil dan terdengar cacat), suara tidak ada ketika pertama kali TV dihidupkan dan baru ada setelah TV dihidupkan cukup lama, gambar tidak penuh di bagian atas dan bawah layar atau gambar hanya satu garis mendatar, fungsi program error, warna kadang ada kadang tidak, dan lain sebagainya. Efek kerusakan tergantung dari tegangan keluaran yang mana yang turun atau hilang itu. Jika tegangan keluaran yang bermasalah adalah untuk suplai rangkaian sound (14V atau 16V), maka suara TV akan bermasalah. Jika yang bermasalah tegangan keluaran untuk suplai rangkaian penguat vertikal (24V), maka gambar secara vertikal (atas-bawah layar) akan bermasalah.
Tegangan keluaran 14V, 16V dan 24V perlu di-check levelnya, apakah benar atau tidak.
Jika levelnya ada yang turun, elco-elco filter tegangannya perlu dicurigai dan di-check. Kerusakan-kerusakan seperti yang disebutkan di atas tidak jarang disebabkan hanya karena ada elco filter yang rusak.
Tidak perlu untuk menduga-duga, setiap elco filter tegangan keluaran harus dipastikan masih baik atau tidaknya dengan mencabut dan melakukan pengetesan satu-persatu. Termasuk juga elco-elco filter lain di sekitar IC regulator (7809 atau 7812 jika ada). Tentang ini berlaku untuk berbagai rangkaian power-supply TV sistem layar tabung (CRT) dengan merek apapun.

Kerusakan pada poin ketiga penyebabnya bisa bermacam-macam. Pemeriksaan awal sebaiknya dilakukan dengan memeriksa setiap solderan di area power-supply, jika ada yang “open” (solderan terbuka atau pecah) dilakukan penyolderan ulang. Setelah itu mengukur tegangan 300V di main-power.
Apakah tegangan 300V ada dan benar?
Jika ada lakukan pengukuran pada semua tegangan keluaran. Apabila tegangan 300V ada sedangkan semua tegangan keluaran tidak ada, berarti rangkaian power-supply tidak bekerja.
Ini dapat disebabkan oleh rusaknya resistor, yaitu resistor 820k yang terhubung dengan pin 3 IC putus atau resistor 270k yang terhubung dengan pin 2 IC putus. Kedua resistor tersebut perlu di-check apakah nilai resistansinya masih benar ataukah tidak.
Jika resistor-resistor itu ternyata tidak bermasalah, perlu dilakukan pemeriksaan “sapu-jagat”, yaitu memeriksa semua komponen power-supply, khususnya seperti dioda-dioda, transistor-transistor dan resistor-resistor benilai Ohm besar. Pastikan semuanya memang masih baik, jika ada yang rusak diganti dengan yang baru.
Pemeriksaan dilanjutkan ke sirkit sekunder power-supply, men-check dioda-dioda penyearah (D5, D6, D7, D8).
Apabila semua komponen itu ternyata masih baik, perlu dicoba untuk mengganti IC SMPS-driver. Apabila tidak ada perubahan, kemungkinan terakhirnya adalah trafo switching yang rusak.

Bagaimana jika di awal pemeriksaan sudah didapati bahwa tegangan 300V tidak ada?
Mereka yang telah mengikuti ulasan-ulasan dalam seri perbaikan TV hingga sampai ke tulisan ini, mudah-mudahan saja sudah mempunyai gambaran tentang apa yang akan dilakukan.
Cukuplah dikatakan : Lakukan pemeriksaan “sapu-jagat” pada area main-power dan rangkaian SMPS sirkit primer...

Happy repairing!

Enter your email address to get update from Admin .
Print PDF
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

Silakan komentar dengan IDENTITAS YANG JELAS dan tidak menyertakan live-link atau spam.

Copyright © 2013. Elektronika Spot - All Rights Reserved | Template Created by Kompi Ajaib Proudly powered by Blogger